Penangkapan DPO Pencabulan Jombang

Kuasa Hukum Mas Bechi Tagih JPU Bawa Saksi Berkualifikasi: Kita Tanya Apa di Lokasi, Katanya Tidak

Kuasa Hukum Mas Bechi menagih JPU datangkan saksi berkualifikasi: Yang diceritakan macam-macam, kita tanya apa di lokasi saat kejadian katanya tidak.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
Terdakwa kasus pencabulan santri di ponpes di Ploso Jombang, Moch Subchi Al Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (41) saat berada di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (25/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penasihat Hukum (PH) terdakwa kasus pencabulan santri di ponpes di Ploso Jombang, Moch Subchi Al Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (41), I Gede Pasek Suardika mengaku, masih menunggu kehadiran para saksi yang memenuhi kualifikasi.

Pasalnya, hanya dengan cara itu, ia ingin menguji tuduhan atas pelanggaran hukum pencabulan yang telah terlanjur dituduhkan kepada kliennya. 

I Gede Pasek Suardika sengaja terus-terusan menagih hal tersebut selama berlangsungnya agenda persidangan pemeriksaan saksi. 

Karena menurutnya, hingga sidang kesekian kali pada Kamis (25/8/2022) di Ruang Sidang Cakra Kantor Pengadilan Negeri Surabaya, ia merasa pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum mendatangkan para saksi yang memenuhi kualifikasi dalam memberikan kesaksian atas tindakan kekerasan seksual yang dituduhkan kepada kliennya. 

Dalam sidang yang dimulai pukul 09.30 WIB, I Gede Pasek Suardika mengaku kembali dibuat dongkol. Karena, pihak JPU mendatangkan saksi yang bersumber dari kuasa hukum pihak korban. 

"Kesaksian kedua, ini belum pernah terjadi. Seorang kuasa hukum korban, harus hadir menjelaskan kasus, untuk jadi saksi menjelaskan kasus. Mungkin kesulitan cari saksi yang bisa menjelaskan," ungkapnya seusai sidang, di Kantor Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (25/8/2022). 

Menurutnya, kehadiran saksi tersebut tidak memiliki kualifikasi yang bernilai di dalam pembuktian suatu perkara. 

Karena, sepanjang dicecar dengan pertanyaan-pertanyaan pokok nan mendasar mengenai kasus tersebut, saksi lebih banyak menjawab tidak tahu. 

"Yang diceritakan macam-macam, tapi tidak punya nilai, kita tanya apakah di lokasi saat kejadian katanya tidak. Malah berapi-api dia jelaskannya," katanya. 

Bahkan, saat pihak terdakwa atau Mas Bechi ikut memberikan tanggapan atas kesaksian si kuasa hukum korban yang didapuk menjadi saksi, I Gede Pasek mengungkapkan, sosok kuasa hukum yang menjadi saksi tersebut, merupakan satu di antara beberapa orang yang dianggap kerap melakukan konfrontasi terhadap ponpes yang dipimpin oleh ayahnya. 

"Terdakwa bilang orang ini memang getol menjatuhkan Shiddiqiyyah dengan beberapa temannya. Itu aja. Selebihnya nanti di pembelaan," pungkasnya. 

Sementara itu, Koordinator Pidum Kejati Jatim, Endang Tirtana mengatakan, kesaksian para saksi yang hadir di hadapan Majelis Hakim tetap menguatkan dakwaan.

"Dia mendukung sesuai BAP ya. Nanti kami akan sampaikan di materi penuntutan. (Kesaksiannya) Sesuai, mendukung pembuktian kita," ujar Endang Tirtana. 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved