Berita Malang

Eksekusi Pengosongan Dua Rumah di Kota Malang Diwarnai Penghadangan hingga Aksi Dorong

Eksekusi pengosongan rumah di Kota Malang berlangsung hampir tiga jam, yaitu mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Aksi ricuh dan dorong-doron

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Suasana eksekusi pengosongan dua objek rumah yang terletak di Jalan Dirgantara II C 2 No 29 dan 30 RT 3 RW 10 Kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, pada Senin (29/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Panitera bersama petugas juru sita dari Pengadilan Negeri Kelas I A Malang (PN Malang) melakukan eksekusi pengosongan dua objek rumah yang terletak di Jalan Dirgantara II C 2 No 29 dan 30 RT 3 RW 10 Kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, Senin (29/8/2022).

Pelaksanaan eksekusi pengosongan rumah berlangsung hampir tiga jam, yaitu mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Pasalnya, petugas PN Malang dihadang sejumlah orang yang telah berjaga di rumah yang dieksekusi tersebut.

Aksi ricuh dan dorong-dorongan sempat terjadi. Namun, berkat penjagaan ketat dari Polresta Malang Kota, akhirnya aksi ricuh berakhir dan pelaksanaan eksekusi dapat berjalan dengan sukses.

Panitera PN Malang, Rudy Hartono mengatakan, eksekusi tersebut dilaksanakan berdasarkan putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inchract).

"Pelaksanaan eksekusi hari ini, adalah pelaksanaan yang berdasarkan penetapan No 2/Eks/2022/PN Mlg. Penetapan itu, dilaksanakan berdasarkan putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, yaitu putusan No 136/Pdt.G/2019/PN Mlg juncto No 210/PDT/2020/ PT SBY juncto putusan Mahkamah Agung (MA) No 913 K/Pdt/2021. Dan di dalam pelaksanaan ini, saya selaku panitera bersama petugas juru sita PN Malang diperintah oleh Ketua PN Malang untuk melaksanakan eksekusi," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Sengketa Lahan di Lawang Malang Berakhir Eksekusi, Satu Rumah Warga Ditutup Aksesnya

Dirinya mengakui, di saat proses eksekusi itu sempat terjadi perlawanan dari pihak yang merasa keberatan. Dan saat perlawanan itu, massa sempat mengatakan bahwa di dalam rumah itu terdapat anak-anak.

"Kami bersama wakil Ketua RW setempat maupun pihak kepolisian telah mengecek kamar per kamar di rumah tersebut. Dan dipastikan, keadaannya kosong dan tidak ada anak-anak. Dan kami berterima kasih kepada jajaran kepolisian, karena telah membantu pelaksanaan eksekusi berjalan lancar dan sukses," jelasnya.

Sebagai informasi, eksekusi pengosongan itu atas dasar permohonan yang diajukan Andy Christ Kurniawan, Regina Aprilia
Listiyani dan Leonardo Danny Kurniawan melalui kuasa hukumnya Sumardhan kepada PN Malang.

Diketahui, ketiganya merupakan anak kandung almarhum Hady, yang tinggal di Perum Taman Bali, Lingkungan Taman, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung Bali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved