Berita Gresik

Wali Murid SD di Gresik Keluhkan Biaya Membeli Buku dan LKS yang Hampir Rp 1 Juta: Berat

Wali murid SD di Gresik mengeluhkan biaya untuk membeli buku dan LKS yang totalnya hampir Rp 1 juta: Berat. Begini tanggapan guru sekolah.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Dwi Prastika
pixabay via Surya
Ilustrasi buku - Wali murid SD di Gresik mengeluhkan biaya untuk membeli buku dan LKS yang totalnya hampir Rp 1 juta: Berat. Begini tanggapan guru sekolah. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - A, merupakan salah satu wali murid SDN 5 Gresik.

Kondisi keuangan A saat ini berbeda dengan kondisi keuangan sebelumnya.

Dia mengaku keberatan dengan biaya membeli buku dan lembar kerja siswa (LKS) yang harganya hampir satu juta rupiah untuk pemakaian selama satu tahun. 

Menurut A, sekolah memberi kemudahan dengan cara mengangsur. Bisa diangsur dua kali dalam satu tahun. Namun bagi A, tetap saja berat dan membebani. 

"Tentu berat, karena kalau ditotal hampir jutaan untuk buku dan LKS saja," ujarnya, Kamis (1/9/2022).

Dia mengaku tidak bisa berbuat banyak. Sekolah mewajibkan beli buku di sekolah. Akhirnya yang bisa dilakukan adalah menginjak rem pengeluaran agar bisa memenuhi kebutuhan sekolah anaknya. 

A menyebut, pembelian LKS tersebut sudah berlangsung lama. Saat pandemi Covid-19 saat siswa belajar secara daring, tetap diwajibkan membeli LKS dan buku di sekolah. 

Dijelaskan, proses pembelian LKS dan buku itu dikoordinir di masing-masing kelas. Setiap wali murid mendapatkan kertas rincian buku beserta harganya. Namun tidak ada kop atau logo sekolah. 

"Tidak ada tanda tangannya," keluhnya. 

Pihaknya mengaku jika sebenarnya banyak wali murid yang keberatan. Hanya saja, tidak bisa berbuat apa-apa. Karena, takut anaknya mendapat intimidasi atau dikucilkan di sekolah. 

"Misalkan protes tidak beli. Nanti anak saya diintimidasi di sekolah bagaimana. Mau tidak mau harus membeli LKS dan buku di sekolah daripada anak saya dikucilkan," terangnya. 

Sementara itu, Kepala SDN 5 Gresik belum bisa dikonfirmasi. Alasannya sedang berada di luar sekolah. 

Salah satu guru UPT SDN 5 Gresik, Eli tidak menampik sekolah menjual LKS dan buku ke siswa. Dirinya berdalih jual beli LKS itu atas kesepakatan bersama antara pihak sekolah dengan wali murid. 

"Jadi itu sifatnya tidak memaksa. Kalau beli monggo (silakan) kalau tidak ya gak apa-apa," kata Eli saat dikonfirmasi di ruang guru SDN 5 Gresik, Kamis (1/9/2022).

Eli mengatakan, LKS merupakan kerja guru, semua soal disusun sendiri oleh guru. Kemudian, dijual kepada siswa.

"Untuk kalangan sendiri," imbuhnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Gresik

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved