Berita Malang

Harga BBM Naik, BEM Malang Raya Siap Turun ke Jalan Siap Melawan: Siap Menaikkan Eskalasi

Kenaikan BBM yang diumumkan Presiden Jokowi pada Sabtu (3/9/2022) direspons BEM Malang Raya.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sylvianita Widyawati
Aksi BEM Malang Raya di depan DPRD Kota Malang beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sylvianita Widyawati

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kenaikan harga BBM yang diumumkan Presiden Jokowi pada Sabtu (3/9/2022) direspons BEM Malang Raya.

Menurut Zulfikri Nurfadhilla, Koordinator BEM Malang Raya siap turun ke jalan.

"Sikap kami tentu melawan. Namun sejauh ini kawan-kawan BEM Malang Raya masih dalam tahap konsolidasi dan kajian akademik. InsyaAllah dalam waktu dekat, aksi akbar akan digelar," jelas dia pada Tribun Jatim Network, Minggu (4/9/2022).

Sempat ada isu kenaikkan BBM pada 31 Agustus 2022 lalu. Lalu ternyata tidak ada pengumuman resmi pemerintah. Padahal sempat ada panic buying konsumen sebelum kenaikkan BBM. Terutama jenis Pertalite yang harganya Rp 7650 per liter. Namun yang sempat turun harga justru solar dan Pertamax.

Baca juga: Dampak Harga BBM Naik, Pengusaha Pasir di Lumajang Bersiap Pasang Tarif Baru: Masih Wait and See

Harga baru kini Pertalite jadi Rp 10.000 per liter. Harga solar Rp 5.150 jadi Rp 6.800 per liter. Dan Pertamax dari Rp 12.500 jadi Rp 14.400 per liter. Menurut Zulfikri, pihaknya berkomitmen untuk mengawal kebijakan terkait kenaikan BBM dan penyaluran bantuan dampak kenaikkan BBM.

"Kami siap untuk menaikan eskalasi gerakan mulai dari pembacaan berbasis akademik hingga turun ke Jalan" Pungkasnya. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan ada dua bansos tambahan yang disiapkan oleh pemerintah.

Yaitu BLT Rp 600.000 untuk 20,65 juta KPM. BLT itu akan diberikan masing-masing Rp150.000 selama empat kali melalui Kementerian Sosial. Dengan total BLT ekstra yang diterima KPM sebesar Rp 600.000.
Menurut keterangan Zulfikri, BEM Malang Raya berkomitmen pada kepentingan rakyat.

Dan tidak segan jika kebijakan tersebut merugikan dan menindas rakyat maka pihaknya siap untuk turun ke jalan. Rachmad membeli Pertalite di SPBU Dirgantara Kota Malang Rp 80.000. "Membeli sesuai kebutuhan saja," kata dia pada suryamalang.com. Dikatakan, ia tidak selalu menggunakan mobil kecuali bersama keluarga.

Jika sendiri lebih banyak memakai motor agar irit. Tentang kenaikkan BBM dikatakannya memang lumayan. Yang dikhawatirkan dampak lainnya dari kenaikkan itu.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved