Berita Madura

Populasi Kera di Wisata Nepa Madura Berkurang, Tak Dapat Jatah Makan dari Pemkab Sampang

Populasi kera di dalam wisata Hutan Kera Nepa, di Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura terancam berkurang.

Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Hanggara
Kondisi kera di tempat wisata Kera Nepa di Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Populasi kera di dalam wisata Hutan Kera Nepa, di Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura terancam berkurang.

Pasalnya, tidak lagi mendapatkan jatah makanan sehingga dimungkinkan bakal berpindah tempat atau bermigrasi ke hutan lain untuk bertahan hidup.

Penjaga Wisata Hutan Kera Nepa, H Sahri (75) mengatakan bahwa sudah tujuh bulan kera di wisata Kera Nepa tidak mendapatkan jatah makanan dari pemerintah daerah.

"Biasanya makanan kera itu dari Pemkab Sampang dikirim ke Kecamatan Banyuates, dan dari Banyuates ke lokasi kera," ujarnya.

"Sempat saya tanyakan sebelumnya, katanya tidak nemu jagung, ya saya bilang, tidak bakal nemu jagung kalau tidak beli," imbuhnya.

Menurut pria yang sudah enam tahun menjaga Hutan Kera Nepa itu, biasanya makanan yg dikirim untuk kera berupa jagung seberat 50 kilo gram setiap bulannya.

Sedangkan jatah makanan untuk kera-kera di Hutan Nepa setiap harinya seberat 6 kilo gram.

"Dari 6 kilo di Setipa harinya, saya bagi dua, di pagi hari 3 kilogram dan sore tiga kilogram," terang H Sahri.

Lebih lanjut, kata H Sahri jumlah kera saat ini sekitar 500 ekor dan jumlah tersebut jauh lebih berkurang dari sebelumnya.

Baca juga: Monyet Teror dan Serang Anak Kecil di Gresik, Warga Tidak Berani Hadapi Sendirian: Taringnya Panjang

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved