Berita Surabaya

Tren Bencana Meningkat, Bapena PPNI Surabaya Siap Dukung BPBD Untuk Penanganan Manajemen Bencana

Dengan meningkatnya tren bencana, Bapena PPNI Surabaya siap mendukung BPBD untuk penanganan manajemen bencana di Surabaya.

Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Jajaran pengurus Bapena Surabaya yang baru dilantik. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Angka kejadian bencana di Kota Surabaya meningkat tajam. Pada 2021 terjadi 1.832 kejadian dimana sebanyak 132 diantaranya adalah kecelakaan. Sementara pada 2022 hingga Agustus sudah tercatat melebihi dari angka tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut menarik DPD PPNI Kota Surabaya membentuk Badan Penanggulangan Bencana (Bapena) guna mendukung kinerja BPBD. Kepengurusan Bapena Kota Surabaya yang dilantik, Minggu (4/9/2022) merupakan ke-10 dari 59 DPD PPNI yang ada di Jawa Timur.

Dengan demikian pelantikan Bapena tersebut menjadi badan kelengkapan organisasi DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Surabaya.

Menurut perwakilan BPBD Surabaya, Sub Koordinator Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Aditya Indradi Setiawan, dengan peningkatan angka kejadian bencana Pemkot Surabaya membutuhkan mitra untuk penanganan manajemen bencana, baik alam maupun non-alam.

“Hadirnya Bapena ini kita sambut baik, sebagai mitra kami. Ke depan kemitraan ini bisa ditingkatkan dalam melayani masyarakat, terutama penanganan bencana,” ujarnya.

Selain Aditya, tampak hadir juga M. Afghani Wardhana, Staf Ahli Walikota Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan mewakili Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Hariyanto mewakili Kadinkes Surabaya, Nanik Sukristina, Ketua DPD PPNI Jawa Timur Nursalam Mnurs dan perwakilan dari Komisi D DPRD Kota Surabaya.

Selain pelantikan, acara tersebut juga diselenggarakan webinar nasional dengan tema Peran Perawat untuk Kesehatan Masyarakat dan Kewenangan Praktik Perawat sebagai Tenaga Kesehatan Profesional di Surabaya.

Sementara itu, M Afghani Wardhana berharap Bapena bisa berperan aktif, kolaboratif dan kerjasama yang baik seperti saat penanganan pandemi Covid-19 dimana penanganan berjalan lancar. Pemkot Surabaya tidak bisa berjalan sendiri dalam penanganan bencana apapun.

Menyinggung usulan perawat di subkan ke dinas-dinas terkait, Afghani berjanji melaporkan ke walikota.

“Usulan kolaborasi mempercepat penanganan kejadian di Surabaya diperlukan. Apalagi dimana di bulan-bulan tertentu banyak kejadian bencana seperti kecelakaan lalu lintas, kebanjiran dan kebakaran. Ini merupakan usulan positif, InshaAllah Pak Wali akan memberikan respon positif,” katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved