Berita Probolinggo

Nelangsa Nelayan di Probolinggo usai Harga BBM Naik, Pilih Tak Melaut Hingga Pangkas Waktu Berlayar

Kenaikan harga BBM berdampak kepada para nelayan tradisional di Probolinggo. Biaya untuk melaut jadi membengkak dari sebelumnya.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/DANENDRA KUSUMA
Nelayan Probolinggo pilih tak melaut karena harga solar naik, Rabu (7/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Kenaikan harga BBM berdampak kepada para nelayan tradisional di Probolinggo. Biaya untuk melaut jadi membengkak dari sebelumnya.

Hal ini membuat beberapa nelayan memilih untuk tak melaut. Kapal motor milik nelayan tampak terparkir berjajar di tepi dermaga Pelabuhan Tanjung Tembaga. 

Sebagian lagi tetap mencari ikan tetapi dengan memangkas waktu berlayar. 

Sebagai informasi pemerintah mengambil kebijakan menaikkan harga BBM pada Sabtu (3/9/2022). 

BBM jenis solar dari Rp 5.150 naik menjadi Rp 6.800 perliter. 

Seorang nelayan, Maulud mengatakan kenaikan harga solar tentu memberatkan para nelayan. 

Dia makin pusing ketika hasil tangkapan dan harga ikan anjlok, tepat saat harga solar resmi naik. 

Baca juga: Curhat Sopir Angkot di Kota Malang, Harga BBM Naik Tapi Tarif Penumpang Masih Normal

"Hasil yang kami dapat tak sebesar bulan lalu. Sedangkan harga solar naik. Nelayan benar-benar terdampak. Beban yang kami pikul sungguh berat," katanya, Rabu (7/9/2022). 

Mata pencaharian utama Maulud adalah sebagai nelayam. Jika tidak berlayar otomatis dia tidak dapat pemasukan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved