Berita Surabaya

Belum Capai Target, Bulan Imusisasi Anak Nasional Diperpanjang, Surabaya Kerahkan Mahasiswa

Target proyeksi program Bulan Imunisasi Anak Nasional Kementerian Kesehatan RI yang seharusnya selesai pada 31 Agustus 2022 kemarin belum tercapai

Editor: Januar
Istimewa/ TribunJatim.com
Belum capai target, Bulan Imusisasi Anak Nasional diperpanjang, Surabaya kerahkan mahasiswa 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Target proyeksi program Bulan Imunisasi Anak Nasional Kementerian Kesehatan RI yang seharusnya sudah selesai pada 31 Agustus 2022 kemarin, ternyata belum dapat dicapai.

Karenanya, program tersebut diperpanjang hingga Selasa (13/9/2022).

Surabaya menjadi salah satu daerah yang memiliki target proyeksi yang harus dicapai, mengingat pencapaian program BIAN di Surabaya hingga 7 September 2022 baru mencapai 79,8 persen meskipun capaian riilnya sudah mencapai angka 98,5 % .

Data target proyeksi adalah jumlah anak yang seharusnya diimunisasi sementara data riil adalah ketika ditemukan sekian anak dan semuanya sudah dilakukan imunisasi.

Untuk membantu tercapainya target dimaksud, Universitas Airlangga menerjunkan mahasiswanya baik untuk mengejar pendataan balita sesuai target proyeksi maupun terjun langsung dalam pelaksanaan imunisasi anak di berbagai Puskesmas di Surabaya.

“Alhamdulillah. Prof Nasih selaku Rektor Unair menyampaikan komitmen beliau untuk membantu mencapai target program BIAN. Mahasiswa kami terjunkan untuk membantu secara langsung baik di proses kegiatan imunisasinya maupun pendataan balita karena sempat vakum 2 tahun akibat pandemi, perlu dilakukan sinkronisasi data mulai yang sudah tidak lagi berusia lima tahun maupun angka kelahiran baru sehingga perlu masuk di-update,” ujar Prof. Dr. Nyoman Anita Damayanti, Ketua Gerakan Peduli Ibu dan Anak (GELIAT) Unair yang juga terlibat dalam program BIAN khususnya di Surabaya dan Jawa Timur, Sabtu (10/9/2022) pagi.

Baca juga: Guru Besar FKM Unair Sebut Hoaks Jadi Hambatan Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional

Kepala Puskesmas Mojo, dr. Ratna Megasari, M.Kes mengatakan bahwa bantuan Unair dengan menerjunkan mahasiswanya sangat membantu pihaknya dalam memperbaiki capaian BIAN di wilayah kerjanya.

"Sangat membantu kehadiran mahasiswa Unair di Puskesmas Mojo, apalagi kami juga tentunya kekurangan SDM. Mahasiswa melakukan sweeping untuk menemukan balita yang belum diimunisasi dengan cara door to door ke rumah-rumah penduduk," ujar Ratna, Sabtu (10/9/2022).

Menurut dr. Ratna, dengan kehadiran mahasiswa selama beberapa hari telah mampu mengubah kondisi capaian BIAN yang semula merah menjadi kuning dan semula kuning menjadi hijau.

"Seperti di Mojo itu kan paling luas dan padat penduduknya, alhamdulillah sekarang kuning yang artinya capaian BIANnya pada interval 80-90 % tepatnya lebih dari 85 % . Mudah-mudahan hari ini dan besok capaian tersebut bisa mencapai hijau atau diatas 95 % ," papar Ratna.

Dr. Ratna menyebutkan memang gap antara data target proyeksi dari Dinas Kesehatan untuk Puskemas Mojo sekitar 4.000 lebih anak tetapi data riil yang mereka terima hanya sekitar 3.200 anak.

"Makanya sweeping atau penyisiran anak balita yang dibantu mahasiswa Unair bersama kader Posyandu luar biasa membantu kami. Terutama menemukan data anak-anak yang orang tuanya kerja dan dititipkan sehingga tidak ada di rumah, lalu areal kos-kosan yang ada di data kami ternyata sudah pindah. Surabaya khususnya di Mojo migrasi penduduknya juga tinggi sehingga jadi tantangan tersendiri. Tapi kami yakin bisa mencapai target yang ada," pungkas Ratna optimis sekaligus mengakhiri keterangannya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved