Berita Surabaya

Buktikan Tak Ada Istilah Pensiun, Wartawan Usia Emas Berkarya Lewat Buku Antologi Puisi

Semangat dalam berkarya terus dilakoni para wartawan usia emas di Kota Surabaya. Setidaknya ada 12 wartawan senior yang menciptakan puisi hingga mener

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Nur Ika Anisa
Soft Launching buku Antologi Puisi Wartawan Usia Emas di Surabaya Suites Hotel, Minggu (11/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Semangat dalam berkarya terus dilakoni para wartawan usia emas di Kota Surabaya. Setidaknya ada 12 wartawan senior yang menciptakan puisi hingga menerbitkannya dalam sebuah buku.

Buku berjudul Antologi Puisi Wartawan Usia Emas ‘Kucinta Negeri Ku Tulis Puisi’ seakan membuktikan bahwa tak ada istilah pensiun dalam dunia wartawan.

“Wartawan tidak ada usia pensiun, wartawan tetap menulis,” kata Toto Sonata dalam sambutannya pada Soft Launching buku di Surabaya Suites Hotel, Minggu (11/9/2022).

Pada buku Antologi Puisi Wartawan Usia Emas, terdiri dari karya-karya puisi bertema Nasionalis dari Wartawan Usia Emas atau Warumas. Wartawan yang telah purnatugas dari institusi media masing-masing.

Meski hakekatnya tak ada istilah pensiun, hal itu juga diungkapkan Toto dalam pengantar buku tersebut. Melalui sebuah puisi, Toto menilai, menjadi kreatifitas tersendiri dalam pengungkapan kejujuran dengan penuh penghayatan.

“Bentuk puisinya bisa jadi beraneka ragam. Coraknya beragam, ada naratif, reportatif sampai sufistis,” katanya.

Toto mengatakan, dirinya telah akrab dengan puisi sejak usia 16 tahun. Meskipun era berganti menjadi lebih digital, tak menyurutkannya untuk tetap menulis. Alhasil puisi-puisinya mampu menyentuh penggemar dari kalangan anak muda.

“Masa senja ini saya tetap menulis. Sekarang era digital, saya tetap nulis di facebook entah itu puisi atau essay sehingga penggemarnya kalangan millenial,” katanya.

Pada acara soft launching buku juga menampilkan para Warumas yang membacakan puisi-puisi mereka.

Sementara itu, Firman Permana selaku General Manager Surabaya Suites Hotel mengatakan kalaborasi ini menjadi bagian dari komitmen managemennya terhadap karya budaya dan sastra.

Tidak hanya pameran lukis dan pembacaan puisi, nantinya juga akan diadakan gelaran wayang.

“Kami berusaha eksis dengan kebudayaan. Semoga sejarah, kebudayaan, dapat dijadikan karakter inspirasi buat teman-teman anak muda ke depan,” tutupnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved