Berita Jatim

Saksi Ahli Dihadirkan Sidang Lanjutan Mas Bechi, Bukti Tindakan Kekerasan Seksual Terdakwa Diungkap

Dua orang saksi ahli diperiksa, dalam sidang lanjutan ke-14 agenda pemeriksaan saksi atas terdakwa Mas Bechi (41) kasus dugaan pemerkosaan santriwati

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM/ Luhur Pambudi
Mas Bechi terdakwa kasus perkosaan santriwati di Jombang 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Dua orang saksi ahli diperiksa, dalam sidang lanjutan ke-14 agenda pemeriksaan saksi atas terdakwa Mas Bechi (41) kasus dugaan pemerkosaan santriwati sebuah ponpes di Jombang, di Ruang Sidang Cakra, Kantor PN Surabaya, Senin (12/9/2022).

Penasihat Hukum (PH) terdakwa I Gede Pasek Suardika mengatakan, ada dua orang saksi ahli dalam sidang hari ini. Sedangkan pada sidang pekan lalu, satu orang saksi ahli.

Sehingga, total saksi ahli yang telah didatangkan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU), berjumlah tiga orang.

Dari ketiganya, dua orang saksi diantaranya merupakan dokter pembuat visum. Sedangkan satu orang ahli lainnya merupakan ahli pidana.

Ia menerangkan, pada saksi ahli pertama dan kedua menerangkan soal hasil visum yang dilakukannya.

Ahli pertama, selain menerangkan soal hasil visum yang dilakukannya, ia juga diketahui membawa rekam medis dari korban.

Baca juga: Kunjungan Kerja, Komisi Yudisial Pantau Sidang Mas Bechi atas Kasus Dugaan Pencabulan Santri Jombang

Rekam medis itu, selama ini diambil oleh pihak Kejaksaan. Dalam rekam medis itu, ahli yang dihadirkan ini membuktikan bahwa isinya benar soal visum tersebut.

Namun, terjadi perdebatan saat salah seorang saksi ahli menunjukkan adanya foto mengenai salah satu organ tubuh korban.

Padahal menurut I Gede Pasek, dalam kesaksian korban sebelumnya, saksi korban yang dimaksudnya itu mengaku, tidak merasa pernah difoto pada saat visum.

"Ada foto organ (tubuh) korban jadi perdebatan adalah karena saksi korban saat bersaksi itu mengaku ga pernah difoto. Tapi saksi ahli bilang sudah izin untuk foto," katanya di depan Ruang Sidang Cakra Kantor PN Surabaya, Senin (12/9/2022).

Perihal foto tersebut, I Gede Pasek mengaku, pihaknya berusaha untuk memvalidasi kejelasan pemerolehan bukti tersebut.

Ia ingin memastikan, apakah benar foto yang diperoleh saksi ahli tersebut milik korban.

Keraguan akan status keabsahan dan kevalidan foto tersebut, disebabkan karena, pihak saksi ahli tersebut, kesulitan menunjukkan bukti data foto tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved