Berita Surabaya

BKKBN RI Salurkan Rp20 Miliar untuk Bantu Penanganan Stunting di Surabaya

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ikut memberikan perhatian terhadap penanganan stunting di Surabaya. Tahun ini, BKKBN juga m

ISTIMEWA
BKKBN RI bertemu dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran pemerintah kota, (Senin, 12/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ikut memberikan perhatian terhadap penanganan stunting di Surabaya. Tahun ini, BKKBN juga menyalurkan bantuan anggaran senilai Rp20 miliar. 

Penyaluran tersebut di antaranya melalui alokasi untuk mendukung pelaksanaan program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting di Kota Surabaya. Tahun 2022 terdapat alokasi DAK Fisik Rp1,7 miliar dan dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) sebesar Rp20 miliar. 

"Penyaluran tersebut kami lakukan melalui bantuan anggaran yang di antaranya melalui Dinas DP3A-PPKB. Tahun ini kami harap realisasi bisa maksimal," kata Kepala BKKBN Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG di Surabaya. 

Pemerintah pusat ikut memberikan dukungan terhadap penanganan stunting di Kota Pahlawan. Menurut hasil data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, angka stunting di Surabaya adalah 28,9 persen. 

Pembahasan secara intensif pun dilakukan antara BKKBN RI dengan pemerintah kota, (Senin, 12/9/2022). Tak sekadar bantuan anggaran, ada berbagai program yang akan diintegrasikan antara kedua belah pihak agar program zero stunting bisa terwujud tahun ini. 

"Kegiatan (pencegahan stunting) yang dilakukan di Surabaya sudah cukup masif. Ada waktu tiga bulan hingga akhir tahun, mudah mudahan angkanya bisa turun signifikan," katanya. 

Ada sejumlah rekomendasi yang diberikan kepada Pemkot Surabaya. Menurut Dokter Hasto, peran ini tak hanya dilakukan tenaga kesehatan seperti bidan namun harus dikerjakan secara bersama-sama. 

Dimulai dari akurasi data. Menurutnya, Pemkot harus bisa memastikan data bayi yang lahir setiap harinya. Baik dari sisi jumlah hingga kondisi bayi yang nantinya memerlukan intervensi. 

Untuk mencegah bayi stunting, maka antisipasi akan dilakukan mulai dari pengukuran bayi. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved