Berita Malang

Beri Orasi Ilmiah, Muhaimin Iskandar Ditanya Soal Kenaikan Harga BBM oleh Maba Unisma

Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar yang juga Ketum PKB mengisi orasi ilmiah di acara Oshika Maba Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu sore (14/9/

TRIBUNJATIM.COM/Sylvianita Widyawati
Mahasiswa baru angkatan 2022 Unisma bertanya pada Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua DPR RI saat mengisi kegiatan Oshika Maba, Rabu sore (14/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sylvianita Widyawati

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar yang juga Ketum PKB mengisi orasi ilmiah di acara Oshika Maba Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu sore (14/9/2022).

Usai orasi, beberapa mahasiswa baru (maba) diberi kesempatan bertanya olehnya. Raden, maba dari Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep menanyakan soal kebijakan pemerintah tentang kenaikan harga BBM.

"Bapak selaku Wakil Ketua DPR RI, sejauh mana aspirasi masyarakat untuk disampaikan pada Presiden Jokowi tentang kenaikkan BBM," tanya Reden, maba Unisa di acara itu.

Ia juga menyampaikan apakah kedatangan Muhaimin Iskandar ke Unisma selain memberi ilmu juga terkait Pilpres 2024.

Pertanyaan Raden mendapat applause dari maba yang hadir. Sedang maba Abdullah Marwan dari NTT menanyakan mengapa korupsi di kalangan pejabat masih tinggi.

"Saya juga ingin menyampaikan agar pemerintah menurunkan harga BBM," kata maba FAI ini. Pertanyaan tajam maba diapresiasi Muhaimin. "Luar biasa. Ini maba semua kan?" komentarnya.

Dikatakan soal kenaikan harga BBM adalah kewenangan pemerintah. DPR memiliki hak kontrol dan budgeting. Dikatakan, alasan pemerintah menaikkan BBM karena sudah tidak memiliki dana.

Dikatakan, subsidi BBM sebesar Rp 475 triliun per tahun. Sedang kemampuan pemerintah hanya Rp 200 triliun. Maka dana itu ingin sampai pada yang benar-benar membutuhkan.

Menurut Cak Imin, ia sudah menangkap semua aspirasi. Tak hanya dari maba Unisma tapi juga kalangan lainnya. Sebab dampak kenaikan harga BBM ini pada inflasi. "Semoga tidak ada lagi krismon," jawab Cak Imin.

Sedang jawaban pertanyaan masih ada korupsi di kalangan pejabat, perlu membenahi sistemnya. Karena itu demokrasi penting dan perlu dikuatkan lagi.

Ia meminta agar dalam memilih pemimpin tidak berdasarkan sogokan amplop. Sebab ketika jadi pemimpin akan membayar hutang yang ditutupi dengan korupsi.

"Pilih pemimpin yang berintegrasi," pesannya. Di era demokrasi, koruptor diekspose. Sedang pada zaman dulu ditutupi sehingga tidak kelihatan. Soal kepentingannya datang dikaitkan pilpres 2024, ia memastikan tidak.

"Setiap ada Oshika maba saya juga diundang. Kampus lain juga mengundang. Jika saya diundang, saya ingin berbagi pengalaman pahit, susah dan sukses," jelasnya.

Maka jika ada yang tidak enak, biar tidak ada pengulangan. "Kepentingan saya di kampus ini agar bisa jadi bagian dari perubahan pada 2024," kata Cak Imin yang mengaku sudah siap jadi N1 sejak 2019 ini.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved