Berita Tulungagung

Cegah Kecelakaan, Petugas Gabungan Razia Kendaraan Penumpang dan Barang di Perbatasan Tulungagung

Petugas gabungan menggelar operasi bersama dengan tajuk Operasi Sadar Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2022 di Kabupaten Tulu

Penulis: David Yohanes | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Petugas memeriksa surat kendaraan angkutan barang. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Petugas gabungan menggelar operasi bersama dengan tajuk Operasi Sadar Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2022 di Kabupaten Tulungagung, Jumat (16/8/2022).

Mereka terdiri dari Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Polisi Militer, Satlantas Polres Tulungagung dan Satreskrim Polres Tulungagung.

Dalam razia yang dilaksanakan di Jalan Argopuro Kecamatan Kauman, jalan antar Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek.

"Sasaran razia kali ini adalah mobil barang dan mobil penumpang," terang Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Tulungagung Dishub Provinsi Jawa Timur, Ali Winarto.

Lanjut Ali, fokus utama operasi ini sebenarnya angkutan pariwisata.

Hal ini untuk merespon kejadian belakangan, banyaknya kecelakaan rombongan wisata.

Baca juga: Sepakati Sejumlah Poin Penting Terkait ODOL, Wagub Jatim Temui Para Demonstran Sopir Truk

Kecelakaan ini dipicu oleh kondisi kendaraan yang tidak layak jalan.

"Kami berupaya mencegah kecelakaan karena kendaraan yang tidak layak jalan lewat operasi gabungan ini," sambung Ali.

Petugas gabungan meminggirkan semua kendaraan angkutan, baik angkutan barang maupun penumpang.

Petugas lalu memeriksa surat-surat kelengkapan mulai dari SIM, STNK dan buku uji kir.

Mereka yang melakukan pelanggaran langsung dilakukan penilangan.

Baca juga: Ini 3 Kesepakatan Sopir Truk dan Pemprov Jatim Terkait ODOL, Fokus Edukasi dan Permudah Cari Nafkah

"Untuk SIM dan STNK menjadi wewenang kepolisian, kami bagian buku uji kir. Yang melanggar kami tilang," ujar Ali.

Dalam razia gabungan ini banyak ditemukan uji kir yang sudah mati.

Masih menurut Ali, uji kir dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Tujuannya untuk memastikan kondisi kendaraan tetap layak jalan.

"Kalau uji kir mati, maka secara teknis kendaraan ini belum tentu layak jalan. Ini berbahaya jika dipaksanakan jalan," tegas Ali.

Namun dalam  razia ini petugas tidak menemukan kendaraan yang over dimention over load  (ODOL).

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved