Berita Gresik

Nur Hudi Didin Arianto Tersangka Pernikahan Manusia dengan Domba Hadiri Rapat Paripurna DPRD Gresik

Tersangka kasus pernikahan manusia dengan domba, Nur Hudi Didin Arianto menghadiri rapat paripurna DPRD Gresik. Langsung pergi setelah selesai.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Willy Abraham
Tersangka kasus dugaan penistaan agama pernikahan manusia dengan domba, Nur Hudi Didin Arianto (duduk pakai peci) saat mengikuti rapat paripurna DPRD Gresik, Jumat (16/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Tersangka kasus dugaan penistaan agama pernikahan manusia dengan domba, Nur Hudi Didin Arianto terlihat hadir dalam rapat paripurna DPRD Gresik, Jawa Timur.

Politisi Partai NasDem itu duduk di bangku nomor dua dan datang tepat waktu dalam rapat paripurna DPRD Gresik.

Sebelum rapat, dia sempat bersalaman dengan sesama anggota DPRD Gresik dan meminta maaf. 

Rapat paripurna berlangsung kurang dari dua jam.

Setelah selesai, Nur Hudi Didin Arianto langsung keluar ruangan rapat paripurna menuju parkiran kendaraan. Ia terlihat bergegas mengendarai sepeda motor Honda Scoopy yang berada di lorong samping. 

Baca juga: Nasib Politisi Nasdem Gresik yang Terlibat Kasus Pernikahan Manusia dengan Domba, Kehilangan Jabatan

"Mohon maaf," kata Nur Hudi Didin Arianto singkat kepada awak media, Jumat (16/9/2022). 

Sebelumnya, Nur Hudi Didin Arianto sudah tiga kali tidak mengikuti rapat paripurna karena kasus pernikahan manusia dengan domba, selama dua bulan terakhir.

Ini merupakan kali pertama Nur Hudi Didin Arianto mengikuti rapat paripurna dengan status tersangka kasus dugaan penistaan agama

Ketua DPRD Gresik, Abdul Qodir mengatakan, kehadiran Nur Hudi Didin Arianto adalah hal wajar. Karena sanksi etik yang dijatuhkan adalah sanksi sedang. Dia hanya dicopot dari jabatan Sekretaris Komisi IV DPRD Gresik. Sementara statusnya sebagai anggota DPRD Gresik tetap. 

"Statusnya masih anggota, jadi ikut paripurna. Tetapi kami masih mengikuti perkembangan proses hukum yang bersangkutan," kata Abdul Qodir

Abdul Qodir mengatakan, saat Nur Hudi menjalani penahanan di rutan Mapolres Gresik, dia telah berkomunikasi dengan penasihat hukum Nur Hudi untuk izin ikut sidang paripurna. 

Meski menyandang status tersangka dan dicopot dari jabatan Sekretaris Komisi IV DPRD Gresik, Nur Hudi masih menerima gaji pokok, tunjungan anak istri, tunjangan lauk pauk, tunjangan komunikasi dan lain sebagainya. 

Diketahui, empat tersangka kasus dugaan penista agama adalah Nur Hudi Didin Arianto, anggota DPRD Gresik dari Fraksi Partai Nasdem, Saiful Arif sebagai pengantin pria, Arif Syaifullah pemilik konten Sanggar Cipta Alam, dan Sutrisna alias Krisna sebagai penghulu.

Keempatnya dijerat dengan pasal 156a KUHP jo pasal 55 KUHP. Dan khusus kepada tersangka Arif Syaifullah juga dijerat dengan pasal 45 ayat (2) UU ITE.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Gresik

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved