Berita Blitar

Dulu Pernah Jadi Korban Penganiayaan, Kondisi Balita di Blitar Kini Terungkap, Pelaku Ngaku Khilaf

Akhirnya, Rza, bayi perempuan berusia tiga tahun, yang sempat viral di media sosial karena jadi korban penganiayaan sepasang suami istri

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Imam Taufiq
Balita di Blitar korban penganiayaan saat digendong ibunya sambil diajak bermain 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Imam Taufiq

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Akhirnya, Rza, bayi perempuan berusia tiga tahun, yang sempat viral di media sosial karena jadi korban penganiayaan sepasang suami istri yang jadi orang tua angkatnya, kini sudah sehat kembali.

Pulihnya kesehatan dia itu membuat semua pihak, bukan hanya ibunya, yang bersyukur senang namun Mensos Tri Rismaharini, pasti juga demikian.

Sebab, Bu Risma punya perhatian khusus atas kejadian yang menimpa bocah perempuan asal Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar itu.

Malah, bu Risma langsung membezuknya sendiri saat Rza masih dirawat di RSUD Ngudi Waluya, Wlingi, Minggu (4/9/2022).

Karena sudah pulih kesehatannya, maka ia kini sudah dipulangkan dari rumah sakit milik Pemkab Blitar itu. Bahkan, ia sudah bisa bermain dan ketawa-ketawa riang karena sudah kumpul kembali dengan ibunya, HH (35), yang akhirnya batal untuk berangkat ke luar negeri menjadi TKW.

"Iya sudah pulang karena kondisinya sudah membaik, bahkan lukanya (yang diduga akibat bekas penganiayaan) sudah sembuh," kata dr Endah Woro Utami, Direktur RSUD Ngudi Waluya, Wlingi.

Akibat kasus yang menimpanya itu, kini korban bukan diasuh lagi oleh neneknya karena ibunya, diminta untuk tak berangkat ke Hongkong oleh Risma.

Ia disuruh merawat kedua anaknya, dari perkawinannya yang gagal dengan pria asal Malang itu. Oleh Risma, ibu korban dijamin, untuk jadi karyawan di makam Bung Karno.

Baca juga: Rekontruksi Kasus Tewasnya Santri Pondok Gontor, 50 Adegan Diperagakan, Fokus di Lokasi Penganiayaan

Sedang, urusan denda dengan perusahaan yang memberangkatnya karena membatalkan keberangkatnya, Risma menanggungnya.

"Kami ya tetap memantaunya, jangan sampai ia kekurangan asupan gizi. Termasuk, perkembangan psikisnya. Namun, dengan dekat ibunya, dipastikan ia akan aman," ujarnya.

Memang, dalam kurun setahun ini, kasus penganiayaan korban itu merupakan kasus yang paling viral di Kabupaten Blitar. Sebab, itu paling menyita semua pihak. Bukan hanya Bu Risma namun Polres Blitar langsung mengamankan pelakunya.

Yakni, Taufiq (45) dan istrinya, Nuril Hidayah (35), yang tetangga korban. Kepada petugas, mereka mengaku sudah diasuhnya selama sebulan itu.

Selama sebulan itu, mereka berkali-kali melakukan kekerasan. Bukan hanya dipukul dengan tangan namun pernah dengan gagang sapu. Bahkan, yang tak manusiawi, korban pernah disundut rokok di wajah dan telinganya karena sering ngompol di kasur.

"Kami khilaf saat itu kok sampai berbuat seperti itu dan kini kami sangat menyesal. Kami minta maaf kepada semua masyarakat, khususnya orangtuanya," tutur Taufiq.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved