Berita Surabaya

Bawaslu Ajak Karang Taruna Ikut Awasi Pemilu, Putra Tri Rismaharini: Siap Bersinergi

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surabaya mengajak peran serta masyarakat untuk ikut terlibat mengawasi pemilu agar berjalan jujur

Editor: Januar
Istimewa/ TribunJatim.com
kiri ke kanan : Novli Bernardo Thyssen (Komisioner Bawaslu Surabaya), Fuad Benardi (Ketua Karang Taruna Surabaya), Aven Januar (Inisiator Rumah Merdeka). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surabaya mengajak peran serta masyarakat untuk ikut terlibat mengawasi pemilu agar berjalan jujur.

Sebab, Bawaslu mau pun lembaga pemantau pemilu memiliki keterbatasan untuk melakukan pengawasan.

Penyataan itu disampaikan oleh Komisioner Bawaslu Kota Surabaya, Novli Bernardo Thyssen dalam diskusi yang diselenggarakan Rumah Merdeka. Menurut Novli Bawaslu mempunya keterbatasan personil dalam melakukan pengawasan pemilu. Karena itu perlu bantuan dan peran serta masyarakat.

"Saya sangat mengapresiasi kalau Karang Taruna Surabaya mau terlibat dalam pengawasan pemilu. Temuan pelanggaran pemilu itu berasal dari dua pintu, pertama laporan masyarakat, dan kedua, temuan di lapangan. Karena itu perlu peran serta masyarakat untuk ikut mengawasi pemilu," tegas Novli, di Rumah Merdeka, Perumahan Gunungsari Indah Blok EE 44, Surabaya, Ahad (18/09/2022).

Fuad Benardi, Ketua Karang Taruna Surabaya mengungkapkan, pihaknya punya harapan besar kualitas pemilu bisa meningkat, terutama di Kota Surabaya. Hal itu, tentunya diikuti dengan penurunan angka pelanggaran pemilu.

Putera Mensos RI, Tri Rismaharini ini mengaku siap menerima ajakan Bawaslu Kota Surabaya untuk ikut mengawasi pemilu. Menurutnya Karang Taruna punya infrastruktur hingga tingkat RT/RW yang bisa diberdayakan.

Baca juga: Hasil Fit and Proper Test Keluar, Tiga Orang Resmi Terpilih sebagai Komisioner Bawaslu Jatim

"Prinsipnya, Kartar siap bersinergi dengan Bawaslu dalam usaha pemantauan pemilu. Kami siap memberikan sumbangsih untuk peningkatan kualitas pemilu yang akan datang," ujar Fuad.

Inisiator Rumah Merdeka, Aven Januar mengatakan, kualitas demokrasi bisa diukur dari kualitas pemilu. Apakah kualitas pemilunya sudah bagus atau tidak.

Sebab, lanjut Aven, pemilu menghasilkan pemimpin yang notabene pejabat publik. Baik itu anggota parlemen, kepala daerah, hingga kepala negara. Salah satu indikator kualitas pemilu baik adalah tingkat pelanggaran pemilunya minim.

"Rumah Merdeka menjadi ruang demokrasi untuk menyampaikan ide dan gagasan. Kali ini kami membahas persoalan pengawasan pemilu yang menjadi salah satu instrumen pemilu. Kami berharap diskusi yang disiarkan live facebook ini bisa menjadi pencerahan bagi masyarakat," pungkas Aven.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved