Berita Jatim

Empat Tersangka Kasus Penistaan Agama Ditangguhkan Penahanannya, Pengamat Hukum: Kok Bisa Lepas?

Proses penangguhan penahanan terhadap empat tersangka penistaan agama membuat Pengamat hukum asal Surabaya I Wayan Titip Sulaksana ikut angkat bicara

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiyono
LAPORAN – Tersangka kasus dugaan penistaan agama Nur Hudi Didin Arianto Anggota Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Gresik (paling kiri) saat bertaubat atas kasus pernikahan manusia dengan domba di Kantor MUI Kabupaten Gresik, Kamis (30/6/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono


TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Proses penangguhan penahanan terhadap empat tersangka penistaan agama membuat Pengamat hukum asal Surabaya I Wayan Titip Sulaksana ikut angkat bicara, sebab menilai para penyidik Polres Gresik tidak profesional dalam menjalankan tugasnya, Minggu (18/9/2022). Sebab, kasus penistaan agama pembuktiannya mudah.

Kepada wartawan, Wayan Titip Sulaksana mengatakan, para penyidik Polres Gresik tidak profesional dalam menjalankan tugasnya. Sebab, bertanya-tanya kepada wartawan yang wawancara atas penangguhan penahanan empat orang tersangka kasus penistaan agama dalam pernikahan manusia dengan domba.

"Lha kok bisa lepas demi hukum?. Kasusnya sederhana, pembuktiannya mudah, terang benderang melanggar pasal 156a KUHP dan UU ITE, wah-wah ada apa ini?," kata Wayan Titip Sulaksana melalui telepon selulernya kepada wartawan.

Lebih lanjut Wayan Titip Sulaksana selaku ahli hukum pidana lulusan Unair Surabaya, menambahkan, kasusnya sudah sangat jelas. “Tersangkanya ada, bukti-bukti berdasarkan pasal 184 KUHAP cukup, lokus dan tempus delictinya jelas, means rea jelas, kok sampai lepas demi hukum? Ayo onok opo, ojok nambah-nambahi ketidakpercayaan masyarakat pada institusi kepolisian. Kasus Sambo belum selesai ini nambahi lagi,” katanya.

Atas pemberian izin penangguhan penahanan oleh para penyidik Polres Gresik, Wayan Titip Sulaksana mengatakan, dengan tegas meminta kepada para pelapor untuk melapor ke Propam Polda Jatim.

"Laporkan Propam Polda Jatim untuk diperiksa penyidiknya yang tidak profesional menangani laporan masyarakat tentang penistaan agama ini," imbuhnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro kepada wartawan mengatakan, bahwa pihaknya menangguhkan penahanan karena atas permintaan para tersangka melalui penasehat hukum dan keluarganya.

Baca juga: Nur Hudi Didin Arianto Tersangka Pernikahan Manusia dengan Domba Hadiri Rapat Paripurna DPRD Gresik

Selain itu, tersangka juga menjamin tidak melarikan diri dan merusak barang bukti. Dan mereka wajib lapor ke Polres. Dan kasusnya dipastikan masih tetap jalan.

"Penahanan para tersangka ditangguhkan, namun berkas tetap jalan. Masih ada petunjuk jaksa yang harus dilengkapi," kata Wahyu melalui telepon selulernya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved