Berita Jember

Kecewa Harga Tomat Rp500 per Kilogram, Petani di Jember Bagikan Gratis Hasil Panen di Gedung Dewan

Petani Jember membagikan tomat secara gratis ke masyarakat, Senin (19/9/2022). Mereka juga memberikan tomat kepada sejumlah orang di gedung DPRD Jembe

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/SRI WAHYUNIK
Ketua HKTI Jember Jumantoro saat membawa tomat untuk dibagikan di Gedung DPRD Jember, Senin (19/9/2022) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Petani Jember membagikan tomat secara gratis ke masyarakat, Senin (19/9/2022). Mereka juga memberikan tomat kepada sejumlah orang di gedung DPRD Jember.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember Jumantoro yang menginisiasi pembagian tomat itu menegaskan, kegiatan itu sebagai bentuk protes kepada pemerintah. Salah satunya melalui wakil rakyat di DPRD Jember.

Namun ketika Jumantoro mendatangi gedung dewan, Senin (19/9/2022) pagi antara Pukul 08.00 - 09.00 Wib, belum ada anggota dewan yang datang. Karenanya, Jumantoro ditemui oleh beberapa orang ASN DPRD Jember.

Jumantoro membawa 2 kuintal tomat. 2 kuintal tomat dalam empat keranjang itu dibagikan ke dua tempat, dua keranjang dibagikan kepada warga dan ASN di gedung DPRD Jember, dan dua keranjang kepada masyarakat yang ditemui Jumantoro dan kawan-kawan.

"Ini merupakan bentuk protes kami kepada pemerintah, juga untuk memperingati Hari Tani Nasional (24 September). Saat ini harga komoditas pertanian sangat murah, petani menderita di tengah pengurangan pupuk bersubsidi. Seperti petani tomat ini, sekarang ini tidak untung tetapi malah buntung," tegas Jumantoro.

Baca juga: Kecewa Harga Anjlok, Petani di Lumajang Buang Belasan Karung Berisi Tomat Segar ke Tempat Sampah

Dia menyebut, harga tomat di tingkat petani hanya Rp 500 - Rp 1.000 per Kg. Sementara itu, tomat bukan termasuk komoditas yang mendapatkan kuota pupuk bersubsidi berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian yang terbaru, Peraturan Menteri Pertanian No 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

Dalam Permentan tersebut hanya ada 9 komoditas pertanian dan perkebunan yang mendapatkan pupuk subsidi yakni padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, tebu rakyat, kopi rakyat, dan kakao rakyat.

"Artinya petani yang menanam tomat, biaya produksinya tinggi tapi sekarang saat panen, harganya murah sekali," imbuhnya.

Oleh karena itu, Jumantoro menyebut petani tomat saat ini menderita. Karenanya, dia meminta pemerintah mendengarkan aspirasi petani, dengan cara membuat kebijakan yang lebih berpihak kepada petani.

Jumantoro menyebut, sebenarnya dia juga ingin memberi tomat tersebut kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang sedang berada di Jember, Senin (19/9/2022).

Baca juga: Masuk Musim Panen Melon, Petani di Madiun Mengeluh: Baru Mau Untung, BBM Sudah Naik

"Namun Bu Gubernur jauh, jadi kami mendatangi gedung wakil rakyat saja untuk menyuarakan aspirasi kami," ujarnya.

Saat Jumantoro mendatangi gedung DPRD Jember, Gubernur Khofifah sedang melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Puger, Jember.

Jumantoro membawa serta tulisan berbunyi 'Bu Gubernur, tomat gratis. Saat murah tidak ada yang peduli', dan 'Pak Dewan, komoditi pertanian saat harga terjun bebas tak ada yang peduli'.

Meski saat ini harga komoditas hortikultura seperti tomat sedang terjun bebas, Jumantoro menegaskan petani tidak patah semangat. Petani, lanjutnya, akan tetap bertani demi menjaga ketahanan pangan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kami hanya meminta pemerintah baik kepala daerah maupun anggota dewannya lebih peduli kepada nasib petani, dan membuat kebijakan berpihak kepada petani," tegasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved