Berita Batu

Kejari Batu Sudah Terima Berkas Penyelidikan Kasus Pencabulan Ayah Terhadap Anak Tirinya

Kejaksaan Negeri Kota Batu telah menerima berkas penyelidikan kasus pencabulan seorang lelaki terhadap anak tirinya.

Penulis: Benni Indo | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Benni Indo
Kepala Kejaksaan Negeri Batu, Agus Rujito bertemu dengan perwakilan Kemensos. Pertemuan tersebut membicarakan komitmen Kejari Batu dalam memberikan pendampingan kepada anak yang menjadi korban pelecehan. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Kejaksaan Negeri Kota Batu telah menerima berkas penyelidikan kasus pencabulan seorang lelaki terhadap anak tirinya.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Batu, Edi Sutomo menerangkan, pihaknya telah melaksanakan tahap pertama atau pengiriman berkas perkara pada 19 September 2022.

"Berdasarkan Pasal 138 ayat 1 KUHAP, Jaksa Penuntut Umum memiliki waktu selama tujuh hati untuk menentukan sikap," ujar Edi, Selasa (20/9/2022).

Jaksa akan menyatakan sikap apakah terhadap perkara tersebut sudah dinyatakan lengkap atau belum. Selanjutnya diberikan petunjuk guna melengkapi syarat formil dan materil.

Kejari Batu kerap mengambil keputusan tuntutan maksimal terhadap pelaku pelecehan maupun kekerasan seksual. Terbaru, Jaksa Penuntut Umum menuntut 15 tahun penjara pelaku pelecehan yang dilakukan oleh seorang pemilik sekolah swasta di Kota Batu.

Dalam proses persidangan, majelis hakim memutuskan terdakwa dihukum 12 tahun penjara. Setelah putusan dibacakan, terdakwa mengajukan banding.

Kapolres Batu, Ajun Komisaris Besar, Oskar Syamsuddin menyatakan, pelaku pencabulan terhadap anak tirinya tersebut disangkakan melanggar Pasal 81 ayat 3 junto 76d dan pasal 82 ayat 2 junto 76e UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 yang telah diubah kedua UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman yang dikenakan adalah minimal 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar rupiah.

Baca juga: Siasat Busuk Pria di Batu Nodai Anak Tirinya, Ponsel Jadi Senjata Pelaku, Mensos Ikut Pelototi Kasus

"Jika dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidikan atau tenaga pendidikan maka pidananya ditambah sepertiga dari ancaman," jelasnya.

Berkas sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Kota Batu. Saat ini pemberkasan sudah selesai dan telah dikirimkan ke Kejaksaan Negeri Kota Batu. Tahap pertama adalah berkas diteliti terlebih dahulu. Jika sudah lengkap atau P21 maka tersangka dan barang bukti akan dikirim ke kejaksaan untuk menjalani persidangan.

Kepala Dinas Sosial Kota Batu, Ririk Mashuri Ririk menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia terima, ibu penyintas diusir dari rumah mertuanya. Saat ini, ibu dan lima orang anaknya tinggal di sebuah rumah kost. Lima orang anaknya tersebut perempuan semuanya. Mereka sekolah di PAUD, SD, SMP dan SMA.

"Ibu wali kota juga sudah mengamanatkan untuk pendidikannya. Jadi kami sudah bersinergi dengan Dinas Pendidikan untuk kelanjutan pendidikan penyintas dan adik-adiknya. Kami upayakan mereka bisa melanjutkan sekolahnya. Yang jelas kami akan melakukan kerjasama dengan pihak kepolisian, psikologi, dengan kejaksaan juga untuk penyelesaian kasusnya ini. Semoga ke depan bisa berkurang kasus-kasus seperti ini," terang Ririk.

Ririk menaruh perhatian khusus kepada anak-anak. Pasalnya, mereka masih memiliki masa depan yang panjang. Ia juga mengatakan mencoba melakukan pendekatan secara personal kepada penyintas untuk membesarkan hati. Ririk berharap, peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat sehingga tidak ada lagi peristiwa serupa terulang di Kota Batu.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved