Berita Surabaya

Mahasiswi Hang Tuah Kuak Tantangan Era Digitalisasi Rekam Medis dalam Permenkes Nomor 24 tahun 2022

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru-baru ini menerbitkan Peraturan Menkes (Permenkes) Nomor 24 tahun 2022 Tentang Rekam Medis pad

Editor: Ndaru Wijayanto
ISTIMEWA
Mahasiswa Magister Hukum Kesehatan Universitas Hang Tuah Surabaya, Reny Kristianingsih 

Problematika kebocoran data rekam medis yang yang sudah terdigitalisasi yang menjadi tantangan bagi pemberi fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran dan tanggung jawab yang besar dalam memberikan perlindungan hukum terhadap hak data privasi. 

Langkah konkrit dan komprehensif untuk meminimalisir hal tersebut, pertama koordinasi dan sinergitas Kemenkes Bidang Komunikasi dan Pelayanan Publik dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Tujuannya untuk mengambil kebijakan dalam penegakan hukum berdasarkan perlindungan atas data rekam medis pasien, melakukan kajian mendalam konflik norma hukum di Permenkes 24/2022 Pasal 28 ayat 1 bahwa Fasyankes harus membuka akses seluruh isi Rekam Medis Elektronik Pasien ke Kementerian Kesehatan.

Hal ini bertentangan dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Pasal 57 yang menyatakan bahwa setiap orang berhak atas rahasia kondisi kesehatan pribadinya yang telah dikemukakan kepada penyelenggara pelayanan kesehatan dan hak atas rahasia kesehatan pribadi dan melakukan penyempurnaan dalam setiap frasa norma hukum satu dengan norma hukum yang lain agar terjadi sinkronisasi demi tercapainya tujuan hukum keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan.

Pentingnya tiga unsur dalam sistem hukum mampu bersinergi menentukan produk hukum berhasil dan dapat diterapkan dengan baik. Menurut Lawrence M. Friedman dalam setiap sistem terdiri dari tiga sub sistem, yaitu sub sistem substansi hukum, struktur hukum dan budaya hukum.

"Peran serta semua Stakeholders mengimplementasikan peningkatan teknologi keamanan data dengan maitenace layanan online," kata Reny.

"Kedua, melakukan sosialisasi kepada pasien, masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan secara marathon dan berkesinambungan demi meningkatkan keamanan data privasi pasien dalam implementasi digitalisasi e- Medical Record," pungkas dia.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved