Berita Kota Batu

Mensos Risma Utus Langsung Petugas Dampingi Korban Pelecehan Seksual Ayah Tiri di Kota Batu

Mensos Risma utus langsung petugas untuk mendampingi korban pelecehan seksual yang dilakukan ayah tiri di Kota Batu. Bahkan ibu dan 5 anaknya diusir.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Perwakilan Kementerian Sosial bertemu dengan Kepala Dinas Sosial Kota Batu, Ririk Mashuri di Kota Batu, Senin (19/9/2022). Kedatangan perwakilan Kementerian Sosial untuk memberikan pendampingan kepada korban pelecehan seksual oleh ayah tirinya di Desa Beji, Kota Batu. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengutus pegawai Kemensos untuk meninjau langsung kondisi para korban kasus pelecehan seksual di Kota Batu, Jawa Timur.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang ibu dengan lima orang anaknya diusir karena menolak permintaan mertua untuk mencabut laporan polisi.

Korban melaporkan suaminya ke polisi karena melakukan pelecehan kepada anaknya. Pelaku adalah ayah tiri dari korban.

Kepala Balai Besar Margo Laras, Djiwaningsih dan Psikolog dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak, Isni Nur Aini datang ke Kota Batu bertemu Kepala Dinas Sosial, Ririk Mashuri

Djiwaningsih menyatakan, pihaknya kan melakukan asesmen terhadap para korban. Setelah dilakukan asesmen, akan diketahui kebutuhan para korban.

"Kedatangan kami ke sini atas perintah langsung Menteri Sosial, Ibu Risma merespons pemberitaan media massa. Beliau sangat konsen sekali terhadap masalah sosial, utamanya terkait perlindungan anak. Kemudian beliau mengutus kami dari Margolaras Pati dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak untuk memberikan perlindungan pada anak tersebut, kemudian melakukan asesmen kebutuhan anak," ujar Djiwaningsih, Senin (19/9/2022).

Baca juga: Kisah Pilu Ibu 5 Anak di Batu, Tolak Cabut Laporan Polisi, Berujung Diusir dari Rumah Mertua

Menurut Djiwaningsih, permasalahan seperti ini marak sekali terjadi. Asesmen nanti tidak sekadar menyasar pada anak yang menjadi korban, tapi juga mengupayakan pemberian perlindungan kepada ibunya.

"Jadi tidak hanya terkait dengan anaknya tetapi juga lingkungan. Intinya kami diminta menelusuri permasalahan serta memenuhi kebutuhan anak serta orang tuanya. Jika permasalahan ini selesai, keluarga tersebut bisa kembali ke kehidupan sosial dan ibunya bisa diberdayakan agar menunjang kebutuhan ekonominya," terang Djiwaningsih.

Ririk menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia terima, ibu korban diusir dari rumah mertuanya. Saat ini, ibu dan lima orang anaknya tinggal di sebuah rumah kos. Lima orang anaknya tersebut perempuan semuanya. Mereka sekolah di PAUD, SD, SMP dan SMA.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved