Berita Jatim

Presiden KSPSI Hadiri Langsung Unjuk Rasa Buruh Jatim, Sampaikan Tiga Tuntutan, Apa Saja?

Puluhan ribu buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja (Gasper) Provinsi Jawa Timur, menggelar demonstrasi, di depan Kantor Gubernur Jawa Timur

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Febrianto Ramadani
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, saat menghadiri langsung unjuk rasa buruh di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Senin (19/9/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani


TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Puluhan ribu buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja (Gasper) Provinsi Jawa Timur, menggelar demonstrasi, di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Senin (19/9/2022).

Para demonstran yang berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Malang Raya, Tuban, Probolinggo, Jember, Lumajang, hingga Banyuwangi terlebih dahulu berkumpul di Bundaran Waru Sidoarjo. Setelah itu mereka berkonvoi hingga sampai di Kantor Gubernur Jawa Timur pukul 16.00 WIB.

Sejumlah atribut mulai umbul umbul, spanduk, hingga poster yang berisi tuntutan penolakan kenaikan harga BBM serta kenaikan UMK Jawa Timur, mewarnai jalannya aksi tersebut.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, sekaligus Pimpinan Konfederasi Buruh ASEAN (ATUC), hadir dan memimpin langsung unjuk rasa bersama para serikat pekerja.

Didampingi pengurus DPP KSPSI Wakil Presiden KSPSI R. Abdulah, Ferry Nurzali, dan Bendahara Umum KSPSI Mustopo
Andi Gani memastikan aksi yang dilakukan ribuah buruh, berlangsung tertib dan damai.

Baca juga: Bersyukur Demo Buruh di Surabaya Aman, Kapolrestabes Borong Jualan Pedagang dan Bagikan pada Massa

Dirinya mengaku sengaja datang ke Surabaya lantaran memiliki sejarah yang penuh perjuangan. Sehingga, menjadi motivasi tersendiri untuk berjuang bersama buruh.

"Ada tiga tuntunan utama dalam aksi buruh kali ini. Pertama, menolak kenaikan harga BBM karena telah menurunkan daya beli buruh," ucapnya.

Menurutnya, buruh menolak kenaikan harga BBM karena dilakukan disaat harga minyak dunia turun. Kemudian naiknya harga BBM tidak diimbangi dengan peningkatan upah buruh.

"Jelas dua hal ini akan mempengaruhi kesejahteraan buruh. Saya berharap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bisa mengeluarkan rekomendasi kepada presiden agar kenaikan harga BBM ini ditinjau ulang," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved