Berita Lumajang

Ada Ratusan Kasus Baru HIV di Lumajang, Jumlahnya Naik Drastis Dibandingkan Tahun 2021

Teror penyakit HIV rupanya juga menjalar di Kabupaten Lumajang. Sepanjang Januari-September ini rupanya sudah ada 284 penambahan kasus baru

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi kasus HIV di Lumajang 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Teror penyakit HIV rupanya juga menjalar di Kabupaten Lumajang. Sepanjang Januari-September ini rupanya sudah ada 284 penambahan kasus baru. Penyebabnya disinyalir akibat aktivitas seksual yang berisiko.

Temuan ini terbilang cukup tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2021.

Yang mana tambahan kasus baru saat itu ada 174. Bisa jadi, kasus HIV saat ini meledak akibat ada orang-orang yang melakukan aktivitas seksual dengan orang-orang yang sudah tertular.

Koordinator Sub Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang Askap Hariyanto mengatakan, penambahan kasus baru ini didominasi oleh orang-orang jenis kelamin laki-laki. Angkanya sekitar 54 persen. Sedangkan, rentan usia mereka rata-rata 25-49 tahun.

"Usia segitu kan biasanya anak-anak muda ini lagi senang-senangnya hingga tidak memikirkan resikonya seperti melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman," kata Askap.

Secara umum virus HIV ini merusak sistem imun tubuh. Penderita HIV perlu mengonsumsi obat agar virus di dalam tubuh dapat terkendali. Sedangkan, jika penderita HIV mengabaikan anjuran ini maka virus akan bermutasi menjadi AIDS.

Baca juga: Jumlah Pengidap HIV di Gresik Alami Peningkatan, Seks Sesama Jenis Ikut Jadi Penyebabnya

Jika sudah begitu, daya tahan tubuh sudah menjadi lemah. Risikonya nyawa bisa melayang. Oleh karena itu, Askap menganjurkan, bagi masyarakat yang saat ini masih sering berkegiatan di tempat hiburan malam untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Sebab, mutasi virus HIV hingga ke stadium darurat bisa dicegah asalkan memahami penanganannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr Bayu Wibowo Ignasius mengatakan, penyebaran kasus HIV/ AIDS di Indonesia seperti fenomena gunung es. Kasus yang tidak muncul di permukaan lebih besar dari kasus yang ada. Seks bebas merupakan faktor risiko utama penularan.

"Data di dunia di semua tempat ya seperti itu. Tidak hanya di Lumajang, di kota-kota besar jauh lebih tinggi. Di Lumajang didominasi penularan melalui hubungan seksual," ungkapnya.

Dia berjanji akan menggencarkan tes HIV secara dini. Target sasarannya yakni ibu hamil, orang yang mengidap penyakit TBC dan Hepatitis. Harapannya melalui tes tersebut infeksi virus dapat dikendalikan dan tidak berkembang menjadi AIDS.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved