Berita Madura

Soal Dugaan Penyelewengan Dana BLT DD, Mantan Kades Baruh Sampang Kembali Mangkir Panggilan

Kasus dugaan penyelewengan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahun 2021 di Desa Baruh, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura terus bergulir di K

Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Hanggara Pratama
Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Kamis (22/9/2022). Kasus Dugaan Penyelewengan Dana BLT DD, Mantan Kades Baruh Mangkir Panggilan Kejaksaan 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Kasus dugaan penyelewengan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahun 2021 di Desa Baruh, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura terus bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari).

Adapun proses penanganan dugaan kasus tersebut kini berada di tahap penyelidikan.

Kasi Intel Kejari Sampang, Achmad Wahyudi mengatakan jika sejauh ini sudah ada ratusan saksi telah dimintai keterangan.

Mulai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Camat Sampang dan perangkat Desa Baruh.

"Termasuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di desa setempat sebagian sudah kami panggil," ujarnya.

Bahkan dalam prosesnya, instansinya telah melayangkan surat pemanggilan kepada Mantan Kades Baruh Akh Amin guna kebutuhan pemeriksaan.

Hanya saja, yang bersangkutan tidak mengindahkan, alias mangkir dari panggilan, meski surat telah dilayangkan sebanyak dua kali.

"Kalau perangkat Desa Baruh lainnya, sebagian sudah kami periksa," terang Achmad Wahyudi.

Untuk diketahui, warga Desa Baruh melaporkan dugaan kasus tersebut lantaran realisasinya atau pencairannya diduga tidak mencapai 50 persen dari total KPM 257 orang.

Penyebab banyaknya KPM tidak menerima bantuan karena diwajibkan untuk suntik vaksin, sehingga KPM memilih tidak hadir saat proses pencairan.

Maka dari itu terdapat indikasi penyelewengan dana Bansos karena hak para KPM yang tidak hadir oleh Bank Sampang sebagai penyalur malah dititipkan ke Pemdes setempat.

Bahkan, alasan sejumlah warga Desa Baruh melaporkan dugaan kasus ini karena juga diduga adanya manipulasi data, bahwa penerima BLT DD tidak sesuai dengan nama KPM yakni, nama KPM yang menerima tidak ada di Desa tersebut.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved