Berita Kediri

Tersandung Kasus Korupsi Dana BPNT, Mantan Kadinsos Kota Kediri Divonis 6 Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya menjatuhkan vonis mantan Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Ir Triyono Kutut Purwanto dengan hukuman 6 tahun pe

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Triyono Kutut Purwanto (kiri) dan Sri Dewi Roro Sawitri (kanan) sewaktu mengikuti pembacaan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya secara daring, Kamis (22/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya menjatuhkan vonis kepada mantan Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Ir Triyono Kutut Purwanto dengan hukuman 6 tahun penjara, Kamis (22/9/2022).

Sedangkan Sri Roro Dewi Sawitri, mantan petugas pendamping Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kota Kediri divonis 4 tahun penjara dalam perkara tindak pidana korupsi dana BPNT Kota Kediri tahun 2020 dan 2021.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim I Ketut Suarta, SH dengan anggota Emma Ellyani, Abdul Gani, dan Panitera Pengganti Maya Yunita Sari Hidayat, dan Prasthana Yustianto, serta Jaksa Penuntut Umum M Ashlah F, dan Iqbal Jauhari dari Kejaksaan Negeri Kota Kediri.

Kedua terdakwa didampingi penasihat hukumnya, Nurbaedah dan Ari Pirwanto Yudono.

Dalam amar putusannya Ketua Majelis Hakim I Ketut Suarta menjelaskan, terdakwa Triyono Kutut Purwanto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama dan berlanjut.

Baca juga: Sidang Korupsi Penyaluran Dana BPNT, Mantan Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Dituntut 8 Tahun Penjara

Sebagaimana dakwaan kesatu primair pasal 12 (e) jo pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Selain hukuman 6 tahun penjara, Triyono Kutut juga dihukum denda sebesar Rp 250.000.000 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan kurungan selama 4 bulan.

Majelis hakim juga menetapkan masa penahanan yang sudah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dengan pidana yang dijatuhkan. 

Selain itu majelis hakim  menetapkan terdakwa tetap ditahan dan membebankan terdakwa membayar uang pengganti sejumlah Rp 618.223.750 paling lama sebulan setelah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved