Berita Tulungagung

Tudingan Selingkuh Berujung Pemecatan, Modin di Tulungagung Ini Lakukan Perlawanan, Tunjuk Pengacara

Kepala Desa Karanganom secara resmi telah memecat  Kasi Pelayanan (dulunya Kaur Kesra) atau Modin, Wahyu Hadi Santoso pada 2 September lalu.

Penulis: David Yohanes | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Modin Karanganom (bermasker hitam) saat didemo warganya karena kasus dugaan perselingkuhan, Mei 2022 lalu. 

Namun selama ini informasi dari E tidak pernah terbukti secara hukum.

"Harus bisa membuktikan dulu dong, kalau memang ada perbuatan tercela, bolehlah diproses," ujarnya.

Secara administrasi Joko juga akan memasukkan banding atas pemecatan Wahyu pada Senin (26/9/2022) besok ke Bupati Tulungagung.

Jawaban banding dari bupati ini yang akan menjadi dasar langkah hukum selanjutnya.

Jika banding ini ditolak, maka Joko akan menggugat melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Penolakan banding dari bupati itu yang akan jadi dasar gugatan di PTUN," pungkas Joko.

Kasus ini mencuat ketika dua perempuan datang ke Kantor Desa Karanganom, sebelum lebaran 2022 lalu.

Mereka mencari Wahyu yang disebut sebagai pegawai Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung

Satu perempuan dari Desa Kacangan, Kecamatan Ngunut mengaku sudah nikah siri dengan Wahyu.

Sedangkan perempuan satunya seorang guru MTs asal Desa Bethak, Kecamatan Kalidawir.

Ternyata Wahyu yang mereka cari adalah Modin Desa Karanganom, sementara yang menjadi pegawai Dinas PUPR adalah istrinya.

Warga pun beramai-ramai unjuk rasa ke kantor desa, menuntut pencopotan ayah satu anak ini pada Mei 2022. 

Mereka juga mencopot Wahyu dari takmir masjid karena dinilai tidak layak. 

Namun Wahyu melakukan perlawanan dan menolak mundur. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved