Berita Kota Kediri

Viral Video Perangkat Desa di Kediri Mengusung Keranda Mayat, Terkuak Kejadian yang Sebenarnya

Viral video perangkat desa di Kediri mengusung keranda mayat, tidak terlihat ada masyarakat yang ikut, terkuak kejadian yang sebenarnya.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Viral video perangkat desa berseragam dinas cokelat di Kediri mengusung keranda mayat, Rabu (21/9/2022). Tidak terlihat ada masyarakat yang ikut, terkuak kejadian yang sebenarnya. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Viral video perangkat desa berseragam dinas cokelat di Kediri mengusung keranda mayat.

Dalam iring-iringan keranda mayat, tidak ada masyarakat yang ikut.

Dalam tayangan video, terlihat petugas yang bawa tabur bunga di depan keranda adalah seorang perempuan berseragam cokelat.

Termasuk empat orang yang mengusung keranda, semua juga berseragam cokelat.

Dari kain hijau penutup keranda tertulis Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Kapolsek Semen, AKP Siswandi saat dikonfirmasi terkait viralnya video perangkat desa mengusung keranda mayat menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (21/9/2022).

Selanjutnya petugas telah melakukan penelusuran di lapangan.

Dari penjelasan Aris, Kepala Dusun Kedak, warga yang meninggal bernama Partono berusia sekitar 50 tahun, warga Dusun Kedak.

Partono meninggal karena sakit di dalam rumahnya. Almarhum tinggal bertiga dalam satu rumah dengan kakaknya yang bernama Partini, serta satu saudara lainnya.

Ketiga orang ini merupakan orang dengan keterbelakangan mental, almarhum juga menerima bantuan langsung tunai (BLT) dan Dana Desa (DD), serta rumahnya juga mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Menurut keterangan dari Kepala Dusun Kedak, yang sekaligus membawa keranda mayat bersama perangkat Desa Kedak lainnya, perempuan yang terlihat membawa bunga tabur di depan keranda adalah Sunarti yang juga Kades Kedak.

Jenazah dibawa perangkat desa karena almarhum telah meninggal pada Selasa (20/9/2022) sekitar jam 09.00 WIB.

Baca juga: Merasa Dipermainkan Lurah Sembung, Juru Kunci di Tulungagung Bawa Keranda Mayat di Kantor Kelurahan

Pada saat itu, kebanyakan tetangga rumah sekitar almarhum bekerja, dan tetangganya memang banyak yang janda.

Partini juga memiliki keterbelakangan mental dan tidak mengerti ada kejadian meninggalnya Partono, adiknya.

Sehingga laporan pertama baru disampaikan dari RT setempat yang melapor kepada kepala desa.

Dengan respons cepat, perangkat desa berangkat ke rumah almarhum dan mengurus jenazahnya hingga sampai ke pemakaman jam 13.00 WIB.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Kediri

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved