Berita Malang

Kades di Malang Diduga Lecehkan Wanita, Terjadi saat Pelaku Ikuti Karnaval dan Mabuk

Beredar kabar oknum kepala desa di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang berinisial TP (40) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Januar
Tribunnews.com
Ilustrasi dugaan pelecehan kades di Malang terhadap seorang wanita, beberapa waktu lalu 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUBJATIM.COM, MALANG - Beredar kabar oknum kepala desa di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang berinisial TP (40) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan, berinisial RDR (39) warga Wajak, Kabupaten Malang pada Minggu (18/9/2022) lalu.

Kejadian terjadi saat pelaku mengikuti sebuah acara karnaval. Pelaku juga diduga dalam keadaan mabuk hingga akhirnya melakukan perbuatan tak senonoh tersebut. Korban sempat melawan namun mendapat balasan kekerasan dari pelaku.

Kasi Humas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik menerangkan kasus pelecehan tersebut ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang.

Korban telah melapor ke polisi dan menceritakan bagian intim korban dipegang oleh pelaku. Selain itu korban mengaku pernah dijambak rambut serta dipukul pada bagian wajah.

Korban melaporkan jika kejadian tersebut dialami korban pada 18 September 2022.

"Kasusnya akan segera dilimpahkan ke UPPA Satreskrim Polres Malang. Hingga kini saksi dan korban masih dicari oleh petugas Polsek Wajak. Karena setelah membuat laporan ke Polsek Wajak, korban dan saksi tidak bisa dihubungi,” papar Taufik ketika dikonfirmasi.

Baca juga: Alami Pelecehan Saat Jalan Kaki Dekat Kos, Mahasiswi Kampus di Surabaya Akan Lapor Polisi: Syok

Di sisi lain, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Malang menyatakan akan menghormati proses hukum oknum kepala desa tersebut.

"Kami telah mengetahui (kasus) tersebut dari media massa. Korban diketahui telah membuat aduan kepada aparat penegak hukum. Sehingga kami menghormati proses hukum itu. Kami, DPMD akan menindaklanjuti dugaan tersebut," paparnya.

Kata Eko, sejauh ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan jajaran untuk melakukan tindak lanjut selanjutnya.

"Kami tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan melakukan pembinaan," tutupnya.

 


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved