Berita Kota Malang

Pemkot Malang Mulai Susun DPPT Selesaikan Polemik Rumah Cucian Mobil di Jalan Ki Ageng Gribig

Pemkot Malang mulai menyusun Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) untuk menyelesaikan polemik rumah cucian mobil di Jalan Ki Ageng Gribig.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Rifki Edgar
Pemerintah Kota Malang terus berupaya untuk membebaskan lahan di rumah cucian mobil di Jalan Ki Ageng Gribig dekat pintu tol. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifky Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang terus berupaya untuk membebaskan lahan di rumah cucian mobil di Jalan Ki Ageng Gribig dekat pintu tol.

Sebab, sudah beberapa tahun kemarin, rumah tersebut menjadi satu-satunya rumah yang belum dapat dibebaskan oleh Pemkot Malang.

Hal ini membuat sebagian lahan di rumah tersebut posisinya memakan badan Jalan Ki Ageng Gribig.

Beberapa kendaraan yang melintasi daerah tersebut harus menurunkan kecepatan lajunya, untuk menghindari tembok rumah yang masih kukuh berdiri.

"Saat ini kami dari PU memiliki pekerjaan rumah untuk membuat Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT). Itu yang menjadi salah satu tahapan dalam penyelesaian persoalan ini," ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi.

Diah Ayu Kusumadewi menjelaskan, tahapan tersebut disesuaikan dengan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nomor 19 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

Dalam peraturan menteri ATR dijelaskan sejumlah tahapan yang harus dilewati untuk pengadaan tanah di rumah cucian mobil tersebut.

Di antaranya ialah penyusunan DPPT, pembentukan tim verifikasi, penetapan lokasi, hingga proses appraisal (penilaian tanah).

"Appraisal ini baru bisa dilakukan kalau sudah ada DPPT-nya. Kalau nilai appraisalnya sudah keluar, baru kami sampaikan kepada pemilik rumah," ujar Diah Ayu Kusumadewi.

"Kalau pemilik gak terima, baru kami sampaikan ke pengadilan, dan ada konsinyasi," terangnya.

Baca juga: Kuasa Hukum Rumah Cucian Mobil di Ki Ageng Gribig Siap Layani Upaya Pemkot Malang Tempuh Konsinyasi

Diah Ayu Kusumadewi menargetkan, pada 2023 mendatang, DPPT tersebut sudah diselesaikan.

Dia juga mengharapkan ada solusi terbaik untuk menyelesaikan polemik rumah cucian mobil yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun ini.

"Sebenarnya targetnya akhir 2022 ini harus selesai. Ya semoga saja selesainya bisa lebih cepat," tandasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Malang

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved