Berita Surabaya

Lestarikan Tradisi, Ketua DPRD Surabaya Minta Jadikan Sedekah Bumi sebagai Wisata Budaya

Kota Surabaya dengan keanekaragaman budaya dan heterogen warganya terus terjaga dengan baik.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM/NURAINI FAIQ
WISATA BUDAYA - Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono juga menghadiri tradisi Sedekah Bumi di eks-Pedukuhan RW 02 Kelurahan Pradah Kali Kendal, Kecamatan Dukuh Pakis, Sabtu (24/9/2022). Ketua DPRD mendorong Pemkot Surabaya menjadikan kegiatan tradisi itu sebagai even tahunan wisata kebudayaan. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kota Surabaya dengan keanekaragaman budaya dan heterogen warganya terus terjaga dengan baik.

Bahkan kota ini juga menjaga tradisi dengan tetap melestarikan kebiasaan di masyarakat. Salah satunya adalah tradisi sedekah bumi.

Akhir pekan lalu, kegiatan Sedekah Bumi digelar warga masyarakat Kampung Made, Kecamatan Sambikerep. Tidak hanya di Sambikerep, tradisi menunjung tinggi budaya itu juga digelar di Kecamatan Tandes dan Wiyung. Kegiatan ini berbasis eks-pedukuhan dan diinisiasi kampung.

Biasanya, warga masyarakat membawa tumpeng dari rumah masing-masing. Juga ada kirab budaya, pertunjukan kesenian tradisional, serta diisi pengajian, dan doa-doa untuk para sesepuh desa yang dahulu kala membuka desa atau kampung pertama kali.

Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadikan kegiatan tradisi itu sebagai even tahunan wisata kebudayaan. Terlebih jika melihat antusiasme warga masyarakat sangat besar. Serta bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kita melihat antusiasme warga masyarakat yang besar dalam kegiatan Sedekah Bumi. Berbagai tokoh dan kalangan warga masyarakat menyatu, guyub rukun, dalam suasana penuh gotong royong,” kata Adi Sutarwijono.

Baca juga: Rawat Tradisi Sedekah Bumi di Masyarakat Kota, Dewan-Pemkot Surabaya Sepakat Anggarkan Rp 400 Juta

Dalam even itu, kelompok-kelompok kesenian tradisional mendapat tempat. Mereka bisa mengekspresikan skill keseniannya, begitu juga para pelaku UMKM, yang berkorelasi erat dengan agenda pemulihan ekonomi. Pemulihan ekonomi ini menjadi atensi DPRD dan prioritas kebijakan Wali Kota Eri Cahaydi.

Susanto, Ketua RT di kawasan Jurang Kuping, memotivasi warganya agar terus merawat tradisi Sedekah Bumi yang guyub dan penuh gotong royong di kampung Jurang Kuping.

Sebagai kota besar, kata Susanto, Surabaya terus bergerak maju. Banyak perubahan dan kemajuan. Tapi tradisi adat istiadat, kesenian dan budaya-budaya yang diwariskan para pendahulu kita harus tetap dijaga. "Harus tetap dirawat dan dilestarikan. Mari kita jaga dan wariskan kepada anak-anak cucu kita,” kata Susanto.

Warga masyarakat Jurang Kuping berkumpul di halaman balai pertemuan kampung. Masing-masing keluarga membawa tumpeng. Acara itu juga dihadiri Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono.

Setelah sesepuh desa memimpin doa, warga kemudian menyantap tumpeng bersama-sama.

"Warga begitu guyub, rukun, bersatu, dan menggelar kegiatan penuh gotong royong dan kekeluargaan. Inilah nilai kemasyarakatan yang harus dijaga di kota ini," kata Adi yang alumnus FISIP Unair.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved