Berita Jatim

NIK Milik Puluhan Warga Kabupaten Pasuruan Dicatut Parpol, Ada yang ASN

Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik puluhan warga Kabupaten Pasuruan, dicatut sebagai anggota partai politik.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Galih Lintartika
Anggota Komisioner KPU Kabupaten Pasuruan Divisi Teknis Penyelenggaraan, Imatuz Zahro saat menunjukkan portal infopemilu.kpu.go.id. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik puluhan warga Kabupaten Pasuruan, dicatut sebagai anggota partai politik.

Mereka mengetahui hal itu, setelah mengecek NIK yang dimiliki, dalam Portal Publikasi Pemilu dan Pemilihan milik KPU.

Anggota Komisioner KPU Kabupaten Pasuruan Divisi Teknis Penyelenggaraan, Imatuz Zahro menerangkan, ada 25 warga yang mengadukan pencatutan tersebut.

Mereka mengadukan pencatutan nama mereka dalam keanggotaan partai, setelah mengecek portal infopemilu.kpu.go.id yang dikeluarkan KPU RI.

Dari portal tersebut, didapati puluhan warga yang tercatut sebagai keanggotaan partai politik. Mereka berasal dari berbagai profesi. Salah satunya ASN.

"Kami mendapat aduan dari 25 masyarakat. Itu diketahui setelah pengecekan portal pemilu yang dicocokkan dengan NIK mereka masing-masing,” katanya, Minggu (25/8/2022).

Zahro menerangkan, beberapa dari mereka sudah diklarifikasi. Mereka menegaskan, kalau tidak terlibat dalam partai politik.

Baca juga: PAN Jatim Mulai Susun Modul Pelatihan Saksi untuk Pemilu 2024

Oleh karena itu, ia akan menyampaikan hal ini ke KPU RI untuk ditindaklanjuti. Tujuannya, untuk disanpaikan ke masing-masing parpol untuk menghapus data warga itu.

"Belum semuanya memang terklarifikasi. Karena masih dalam proses. Tapi, mereka bisa menyampaikan keberatan tersebut, melalui portal infopemilu itu," paparnya.

Dia menyebutkan, NIK yang dicatut itu berharap laporan keberatan ini bisa ditindaklanjuti oleh KPU RI. Agar data mereka dihapus dari keanggotaan partai,” bebernya.

Zahro tak mengetahui persis mengapa pencatutan tersebut bisa sampai terjadi. Namun, adanya pencatutan tersebut, dimungkinkan bakal terus bertambah.

Menyusul batasan laporan dilangsungkan hingga pertengahan Desember 2022. Artinya, masih ada waktu masyarakat mengecek NIK mereka.

Ketua KPU Kabupaten Pasuruan ,ainul Faizin menegaskan, pencatutan nama sebagai keanggotaan partai politik, tentu bisa berefek besar.

Apalagi, bagi ASN, TNI-Polri dan aparatur negara lainnya. Bahkan, masyarakat umum lain, yang sebenarnya bukan merupakan keanggotaan partai politik.

Karena, bisa berpengaruh terhadap profesinya. "Bagi ASN misalnya. Kan jelas, ASN, TNI-Polri bahkan kepala desa, tidak boleh menjadi anggota partai,” jelas dia.

Untuk itulah, Faizin mengingatkan, agar masyarakat untuk melakukan pengecekan. Hal ini ditujukan, untuk memastikan nama anda tidak dicatut parpol.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved