Berita Surabaya

Unik, Ada Pameran Barang Vintage Skala Internasional di Surabaya, Dari Poster Jadul hingga Telepon

Indonesia Vintage Festival (IVF) South East Asia kembali digelar di Surabaya, Jumat-Minggu (23-25/9/2022).

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Bobby Constantine Koloway
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono bersama Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), Wiwiek Widayati saat menghadiri acara Indonesia Vintage Festival (IVF) South East Asia kembali digelar di Surabaya, Jumat (23/9/2022). 

Dengan pulihnya ekonomi pasca pandemi, pihaknya optimistis transaksi yang dihasilkan bisa lebih besar dibanding tahun sebelumnya. "Target kami, 50 persen barang yang ada di masing-masing stan bisa terjual," katanya.

Co Founder Indonesia Vintage Festival, Khusnul Khotimah menambahkan bahwa ajang ini bisa menjadi pengungkit ekonomi di Surabaya. Besarnya transaksi yang dihasilkan diharapkan bisa memicu bergeraknya sektor ekonomi, khususnya kelas UMKM.

"Menyatukan berbagai komunitas itu tidak mudah, tapi kita bisa. Ini menunjukkan peran pemuda untuk turut andil dalam pembangunan Kota Surabaya," kata Khusnul.

Perempuan yang juga menjabat Ketua Komisi D DPRD Surabaya ini menjelaskan peran penting pemuda, khususnya para penghobi di Surabaya dalam membangun daerah. "Surabaya bisa hebat juga karena kreatifitas di kalangan anak muda dan komunitasnya," katanya.

Acara tersebut pun telah dibuka Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono bersama Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), Wiwiek Widayati.

Adi Sutarwijono menjelaskan even tersebut menunjukkan bahwa ekonomi kreatif mulai bangkit di Surabaya. "Hobi memang menyatukan semua. Hari ini bisa disatukan dalam satu perhelatan seperti pameran ini," kat Adi.

"Kami bersyukur ekonomi Surabaya mulai pulih. Kami ingin dorong lebih banyak even seperti ini. Sebab, ada kegiatan positif yang menumbuhkan perputaran ekonomi cukup besar," katanya.

Senada, Pemkot mendukung acara semacam ini bisa menjadi even tahunan di Surabaya. Sebab, pameran juga bisa mendatangkan banyak wisatawan luar kota maupun mancanegara ke Surabaya yang dampaknya bisa dirasakan sektor lain.

"ini bisa menjadi agenda rutin yang bisa kami tawarkan. Sebab di balik pameran, ada upaya pemilihan ekonomi juga yang dihasilkan" kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), Wiwiek Widayati.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.om

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved