Berita Surabaya

Oknum Kurator di Surabaya Diamankan Polisi, Diduga karena Ambil Paksa Mobil Sitaan Leasing

Seorang oknum kurator dan pengacara di Surabaya diamankan anggota unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya atas dugaan pencurian

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Januar
Net
Ilustrasi kurator di Surabaya ditangkap polisi 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Firman Rachmanudin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Seorang oknum kurator dan pengacara di Surabaya diamankan anggota unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya atas dugaan pencurian sebuah mobil.

Oknun kurator berinisial PPM itu diamankan di sebuah cafe kawasan Manyar Surabaya.

Ia kemudian menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

PPM diamankan karena diduga melakukan pencurian sebuah mobil HRV yang sebelumnya disita oleh pihak Leasing.

Aksi itu dilakukan PPM dengan cara menggunakan kunci cadangan unit mobil yang telah diamankan oleh pihak Leasing di sebuah gudang.

Kanit Resmob Iptu Hafis Mokoginta mengatakan, pihaknya melakukan pengamanan terhadap PPT selaku terlapor untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Baca juga: Marak Kasus Pencurian, Mahasiswa Undika Bikin Meja yang Aman Simpan Barang, Berteknologi RFID

"Kami mengamankan untuk dimintai keterangan sebagai saksi, setelah itu, baru diperbolehkan pulang," ungkapnya.

Hafis menegaskan, atas laporan pencurian unit mobil tersebut, pihaknya meminta kepada terlapor untuk koorperatif dan menyerahkan barang bukti sebagaimana yang dituduhkan.

"Jadi, kami meminta kepada terlapor untuk menyerahkan unit mobil yang dilaporkan, sebagai barang bukti. Apakah unsur tindak pidana terbukti atau tidak, kami perlu melakukan penyelidikan terlebih dahulu," tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana dimana pihaknya mengamankan terlapor dan dimintai keterangan sebagai saksi setelah tidak mengabaikan panggilan sebelumnya.

"Untuk pemanggilan itu ada tahapannya, karena terlapor tidak datang saat dipanggil penyidikan, sehingga kami melakukan pengamanan dan dimintai keterangan sebagai saksi," ungkap Mirzal.

Mirzal menambahkan, pihaknya akan melakukan penyelidikan bila memang unsur kejahatannya terbukti baik dari keterangan saksi saksi ataupun serta barang bukti.

"Jadi perlu dilakukan tahapan mulai dari pemanggilan keterangan saksi saksi baik pelapor maupun barang bukti, kalau sudah menguatkan baru kita ambil keputusan penetapannya melalui gelar perkara." pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved