Berita Malang

Nelayan Sendang Biru Mengeluh Sulit Dapat Pertalite, Kades Tambakrejo: Harganya Mahal, Carinya Susah

Kendala nelayan Pelabuhan Sendang Biru, Kabupaten Malang dalam mencari ikan semakin runyam.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/PURWANTO
Warga dan para nelayan melakukan arak-arakan saat memeriahkan tradisi Petik Laut di Pantai Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (27/9/2022) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG.COM - Nelayan Pelabuhan Sendang Biru, Kabupaten Malang merasa makin kesulitan dalam mencari ikan.

Ongkos melaut yang meroket hingga kesulitan mencari bahan bakar jenis pertalite bikin pusing nelayan saat mencari nafkah.

"Kami harus mencari pertalite jauh sekali. Jadi semakin menambah biaya produksi. Memang beberapa kapal ada yang berbahan bakar pertalite," ujar Syahruddin salah satu nelayan di Pantai Sendang Biru.

Kata Syaruddin, dalam sekali melaut membutuhkan ratusan liter bahan bakar minyak.

Untuk mencari ikan tuna sirip kuning yang jadi primadona, nelayan harus menempuh jarak 2 mil lebih ke arah Selatan dari bibir pantai Pelabuhan Sendang Biru.

"Jelas melaut ongkosnya tidak sedikit. Apalagi kita harus ke tengah laut yang begitu jauh untuk cari ikan. Biaya melaut saja kini sudah mencapai Rp 7 juta," paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tambakrejo, Jonathan Saptoes menceritakan betapa susahnya nelayan dalam mencari BBM jenis Pertalite.

"Nelayan harus bawa jerigen ke SPBU terdekat di Sumbermanjing Wetan. Namun ketika sudah di sana ternyata tidak boleh ngisi ke jerigen. Jadi bingung sudah lah harganya mahal carinya susah. Kalau pakai Pertamax makin bengkak lagi ongkos. Gak nutut sama jarak tempuhnya," ucap Jonathan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring mengatakan pihaknya tak tinggal diam dalm mengatasi kesulitan nelayan dalam mencari Pertalite.

Menurut Victor, pihaknya sudah bersurat kepada Pertamina dan pemerintah pusat untuk memberikan solusi kepada para nelayan.

"Akan kami tindaklanjuti keluhan nelayan. Tengah kami data nelayan dan berapa kebutuhan BBM para nelayan yang pakai Pertalite," tutur Victor.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved