Berita Surabaya

Dua Bulan Terakhir, Kebakaran di Surabaya Meningkat Pesat, Mayoritas di Lahan Terbuka

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya mencatat adanya tren kenaikan kasus kebakaran selama Agustus dan September. Mayoritas di anta

Pemkot Surabaya
Petugas melakukan simulasi pemadaman api dengan melibatkan warga di Surabaya beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya mencatat adanya kenaikan kasus kebakaran selama Agustus dan September. Mayoritas di antaranya terjadi di lahan terbuka.

Berdasarkan data DPKP Surabaya, jumlah kejadian kebakaran di Surabaya selama 2022 mencapai 549 kejadian (hingga September).

Sebanyak 388 kejadian terjadi di luar bangunan, 120 kejadian di bangunan, dan sisanya terjadi di kendaraan.

"Peningkatan cukup tinggi terjadi dalam dua bulan terakhir. Kejadian ini meningkat dibanding Juli atau bulan sebelumnya," kata Kepala DPKP Kota Surabaya, Dedik Irianto, Kamis (29/9/2022).

"Peningkatan kejadian memang biasanya terjadi saat memasuki musim kemarau. Namun untuk tahun ini, ada kenaikan dibanding tahun sebelumnya untuk periode yang sama," katanya.

Kenaikan terlihat sejak pertengahan tahun. Mulai Mei (28 kejadian), Juni (33 kejadian), dan Juli (52 kejadian).

Kemudian naik pesat pada Agustus (126 kejadian) dan September (hingga tanggal 28) yang mencapai 118 kejadian.

"Dalam satu hari bisa sampai 8 kejadian. Kenaikan masih didominasi kebakaran di lahan terbuka," katanya.

Sebagai perbandingan, jumlah kebakaran di lahan terbuka pada Juli sekitar 36 peristiwa. Kemudian, jumlah tersebut naik menjadi 101 peristiwa di Agustus dan 94 peristiwa di September.

Dari gejala kebakaran di lahan terbuka, Dedik memperkirakan adanya indikasi unsur kesengajaan.

Ini terlihat dengan besarnya presentase penyebab kebakaran yang disebabkan karena terbakarnya alang-alang (98 kejadian) di dua bulan terakhir.

Kemudian, disusul kebakaran pada sampah (52 kejadian). "Data dua bulan terakhir menempatkan kebakaran alang-alang pada posisi kejadian lahan terbuka tertinggi tahun ini," katanya.

Pihaknya juga mengungkap unsur kesengajaan pembakaran alang-alang dengan tujuan pembukaan lahan. "Kalau hanya karena puntung rokok, potensi kebakaran tidak sebesar itu," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved