Berita Surabaya

Angkat Topik Insecurity, MEtizen Market Wadahi Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Tampil Percaya Diri

Mengangkat topik insecurity, MEtizen Market mewadahi puluhan pelaku ekonomi kreatif Surabaya untuk lebih percaya diri menampilkan produk mereka ke kha

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ
MEtizen Market, ajang 30 pelaku ekonomi kreatif Surabaya tampilkan produk unggulannya di Pakuwon City Mall Surabaya 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mengangkat topik insecurity, MEtizen Market mewadahi puluhan pelaku ekonomi kreatif Surabaya untuk lebih percaya diri menampilkan produk mereka ke khalayak.

Acara yang diinisiasi oleh M.E Social Media Management ditujukan untuk para pelaku ekonomi kreatif lokal, terutama bagi mereka yang berpotensi dan merasa belum memiliki wadah untuk berkembang.

Hal tersebut disampaikan Merlin Effendi  selaku Founder M.E Social Media Management, bahwa rasa cemas dan tidak percaya diri atau insecurity juga dirasakan para pelaku ekonomi kreatif terutama dalam merintis dan mengembangkan usaha.

“Kami ingin memberdayakan banyak brand lokal yang mungkin belum punya kesempatan untuk showcase. Mengajak tiap individu lebih percaya diri dan berani melawan insecurity, sehingga memperkuat satu sama lain,” kata Merlin Effendi kepada TribunJatim di area Amphiteather Pakuwon City Mall

Oleh karena itu, pihaknya menggandeng para produk lokal untuk lebih berkembang dan bersaing secara global melalui media sosial.

Mengusung kampanye AMAZIN9ME untuk mewadahi para pelaku ekonomi kreatif lokal saling bangkit, mendukung dan berbagi pengalaman.

Baca juga: Jawa Timur Surganya Daun dan Bunga Pewarna Alami Kain, Ecoprint Daun Jati Punya Kesulitan Sendiri

“Jadi mereka bisa saling menguatkan dan mengapresiasi diri mereka sehingga bisa percaya diri. Karena tidak banyak orang yang bisa menyampaikan insecuritynya mereka,” katanya.

Misalnya, lanjut Merlin, produk lokal yang masih merintis bisa saling tampil dengan potensi dan karakter masing-masing.

“Prioritas kami memang (pelaku ekonomi kreatif) yang punya potensi tapi belum punya wadah berkembang dan karena kami melihat tenant-tenant ini yang belum banyak pop up jadi kalau tampil ramai-ramai begini kan kekuatannya bareng-bareng,” katanya.

Pada rangkaian acara yang digelar mulai 29 September-2 Oktober 2022, MEtizen Market memamerkan sekitar 35 tenant market yang beragam mulai dari kuliner, kesehatan, home living, fashion hingga gandeng beberapa komunitas di Surabaya.

Acara juga diisi dengan ragam hiburan seperti beauty tutorial, screening film indie,   workshop art, dance hingga kenal perjalanan produk footwear lokal brand Surabaya.

“Lokal brand dari founder utama Ken Sujatmiko yang sangat berpotensi bersaing di pasar global. Dia menginovasi alas yang bisa memberikan healt benevit sejenis merk ternama luar negeri, tapi misal kita pakai musim hujan atau kemarau tetap kuat. Tapi ini dari lokal untuk lokal,” katanya.

Pihaknya berharap acara ini tidak hanya bisa merangkul para pelaku ekonomi kreatif tapi juga memberikan alternatif untuk pengunjung mall menemukan market modern kekinian.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved