Berita Kediri

Cegah Inflasi, Mas Dhito Siapkan Subsidi Rp 100 M Bagi Masyarakat Terdampak Kenaikan BBM

Pemkab Kediri menyiapkan dana Rp 100 miliar untuk subsidi warga yang terdampak kenaikan BBM.

Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Januar
Istimewa/ Pemkab Kediri
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyiapkan dana Rp 100 miliar untuk subsidi masyarakat terdampak kenaikan BBM. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemkab Kediri menyiapkan dana Rp 100 miliar untuk subsidi warga yang terdampak kenaikan BBM.

Hal ini dilakukan guna menguatkan daya beli masyarakat sekaligus mencegah terjadinya inflasi daerah.

Hal ini disampaikan langsung Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito itu saat rapat koordinasi tim pengendalian inflasi daerah di Kantor Pemerintahan Kabupaten Kediri.

Menurutnya, Pemkab Kediri tengah menyiapkan langkah-langkah strategis terhadap dampak kenaikan BBM. Salah satunya akan memberikan subsidi kepada pekerja transportasi umum yang mengangkut bahan-bahan pokok.

“Kita akan mensubsidi kebutuhan BBM yang digunakan oleh transportasi umum yang mengangkut bahan-bahan pokok,” terang Mas Dhito, Selasa (6/9/2022) lalu.

Dari dana subsidi Rp 17 miliar yang telah tersedia saat ini, kata Mas Dhito, akan ditambah alokasi untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM sebesar Rp 73 miliar dengan sasaran 91.000 penerima manfaat.

“Kurang lebih Pemkab mengalokasikan Rp 100 miliar untuk penanggulangan inflasi daerah,” tuturnya.

Baca juga: Pesan Bupati Mas Dhito Pada Para Perawat: Layani Masyarakat dengan Hati

Selain bantuan untuk transportasi umum pengangkut kebutuhan pokok dan BLT tersebut, pihaknya juga mengambil langkah strategis lain seperti membuka lebar lapangan pekerjaan, termasuk melalui padat karya di lingkup desa.

Di samping itu, bupati muda yang gemar mengendarai vespa tersebut juga meminta kepada Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopusmik) untuk mengambil langkah konkrit guna mencegah terjadinya inflasi di daerahnya.

Mas Dhito menargetkan, penyaluran subsidi tersebut akan disalurkan mulai tanggal 15 September mendatang.

“Target kita, saya minta setiap SKPD untuk menyusun program kegiatan. 15 September sudah mulai pencairan,” terang bupati berkacamata tersebut.

Dalam penyusunan program yang dimaksud, Mas Dhito mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk bekerja dengan hati dan cepat. Bahkan, pihaknya meminta agar jajarannya tidak mengenal hari libur untuk mencegah inflasi ini.

“Artinya, waktu kita hanya beberapa hari kerja. Dan saya minta kepada seluruh SKPD untuk tidak mengenal hari libur,” pintanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved