Berita Kediri

Rawan Bencana Kebakaran, Bupati Mas Dhito Minta Semua Fasum Dilengkapi Alat Pemadam

Rawannya bencana kebakaran yang terjadi selama musim kemarau, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta setiap fasum) dilengkapi APAR

Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Januar
Istimewa/ TribunJatim.com
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bicara soal antisipasi kebakaran 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Rawannya bencana kebakaran yang terjadi selama musim kemarau, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta setiap fasilitas umum (Fasum) dilengkapi dengan alat pemadam api ringan atau APAR.

Selain sebagai fasilitas pendukung, adanya APAR dinilai mampu menjadi langkah antisipasi dan penanganan pertama jika terjadi kebakaran.

Dengan adanya APAR, percikan api yang muncul bisa segera dipadamkan sehingga tidak meluas dan membuat kerugian semakin besar.

Selain mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, APAR juga bisa membuat masyarakat lebih tenang. Pasalnya, ketika terjadi kebakaran tidak selalu ada peralatan penunjang yang bisa dipakai memadamkan api dengan cepat.

Padahal kondisi api yang sudah berkobar perlu penanganan cepat. Untuk itu, Bupati Kediri meminta setiap fasilitas umum di wilayah Kabupaten Kediri dilengkapi APAR.

"Saya berharap di setiap fasilitas umum, minimal disediakan APAR," kata Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri, Jumat (30/9/2022).

Mas Dhito melihat, kebakaran sendiri bisa terjadi karena berbagai faktor. Mulai dari hubungan arus pendek listrik hingga kelalaian manusia. "Selain untuk penanganan awal kebakaran, APAR dapat digunakan menekan dampak kebakaran yang meluas," imbuhnya.

Baca juga: Cegah Inflasi, Mas Dhito Siapkan Subsidi Rp 100 M Bagi Masyarakat Terdampak Kenaikan BBM

Di samping penyediaan kelengkapan APAR, pengetahuan masyarakat untuk mencegah kebakaran juga harus ditingkatkan. Untuk itu, Mas Dhito meminta peran aktif petugas pemadam kebakaran untuk meningkatkan sosialisasi.

"Saya minta kepada pemadam kebakaran Kabupaten Kediri untuk memberikan sosialisasi bagaimana untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya kebakaran," pintanya.

Menindaklanjuti intruksi Mas Dhito, Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kediri Stefanus Joko Sutrisno menuturkan, pihaknya akan melakukan mengecek ketersediaan APAR di fasilitas umum dengan berkoordinasi dengan instansi terkait yang membawahi.

"Kami akan menginventarisir terutama fasum yang besar seperti pasar itu, kalau misal belum ada APAR atau hidran nanti kita sampaikan ke Dinas Perdagangan agar menyediakan sarana proteksi kebakaran itu," jelasnya.

Pemadam Kebakaran Kabupaten Kediri, lanjut Joko, dalam penanganan kebakaran tahun 2022 ini telah memiliki tambahan dua armada mobil pemadam kebakaran kapasitas air 5000 liter. Dengan tambahan itu, saat ini ada empat unit mobil pemadam yang terus bersiaga jika terjadi kebakaran.

Kemudian, untuk mempersingkat jarak pos dengan lokasi bilamana terjadi kebakaran, selain pos di Kecamatan Pare, tahun 2022 ini akan dibuka dua pos pemadam tambahan baik itu di Kecamatan Grogol maupun Ngadiluwih.

"Nanti kita rencanakan dua armada disiapkan di Pos Pare, untuk Grogol dan Ngadiluwih masing-masing disiapkan satu armada," tutup Joko.

 


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved