Berita Gresik

Angka Kemiskinan di Gresik Sudah Sentuh 12 Persen, Pemkab Pilih Gandeng Puluhan Ormas

Angka kemiskinan di Kabupaten Gresik menyentuh angka 12 persen. Apa yang sudah dilakukan Pemkab Gresik?

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Seorang nenek di Desa Beton, Kecamatan Menganti mendapat bantuan di rumahnya tahun lalu. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Angka kemiskinan di Kabupaten Gresik menyentuh angka 12 persen.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama Dinas Sosial Gresik menggandeng puluhan ormas. Tujuannya untuk mempercepat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).


Badan Statistika Nasional (BPS) mencatat, angka kemiskinan Kabupaten Gresik saat ini mencapai kurang lebih 12,42 persen, dimana dari sekitar 1.280.000 warga Gresik masih ada 153.600 jiwa yang masih miskin.

Oleh sebab itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama Dinas Sosial Kabupaten Gresik, bekerjasama dengan puluhan organisasi perempuan di Gresik untuk melakukan percepatan pendataan warga miskin di aula Putri Cempo Kantor Bupati Gresik, Jumat (30/9/2022).

Bu Min sapaan akrab Wabup Gresik menginginkan, organisasi perempuan ini dapat membantu mengawal pendataan di desanya masing-masing. Pasalnya di lapangan banyak terjadi penyelewengan data antara yang miskin dengan yang tidak.

"Nah bantuan tersebut kita mengacunya pada data BPS, maka saya dan Bu Ummi (Kadinsos Gresik) ini butuh bantuan organisasi perempuan ini untuk bisa mengetahui mana yang benar-benar butuh dan tidak, sehingga nanti angka kemiskinan akan cepat turun," ujar Bu Min.

Bu Min juga mengatakan, di bulan Oktober depan akan ada pendataan terpadu untuk memperbarui data kemiskinan yang ada saat ini.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melandai, Jadi Momentum Pemkab Tekan Angka Kemiskinan di Trenggalek

"Data DTKS ini akan menjadi acuan dalam menerima bantuan, nah bulan Oktober nanti akan ada pendataan untuk mendapatkan bantuan selama 1 tahun kedepan" ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Dinsos Gresik Ummi Khoiroh menyampaikan, agenda kali ini akan berfokus pada program sosialisasi dari Dinsos terkait pendataan kemiskinan dan langkah dari pemerintah Kabupaten Gresik itu sendiri.

"Jadi nanti kita akan fokus gencar sosialisasi pendataan kemiskinan di Gresik, program PKH inklusif, dan jika tidak ada halangan pada tanggal 1 Oktober nanti akan diluncurkan Universal Health Coverage (UHC), yang mana UHC ini untuk mencover warga miskin yang sama sekali belum terdaftar di BPJS," ucapnya.

Tak hanya Bu Min dan Kepala Dinsos Gresik, agenda ini juga dihadiri, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gresik Siti Qomariyah Ahmad Washil, serta 40 peserta yang tergabung dalam 30 organisasi perempuan Gresik, diantaranya PKK, Fatayat NU, IWAPI, KOPRI, dan lainnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved