Tragedi Arema vs Persebaya

Gas Air Mata Disebut-sebut Penyebab Suporter Panik hingga Banyak Korban, Kapolri Janji Investigasi

Gas air mata disebut-sebut jadi penyebab kepanikan suporter di Kanjuruhan Malang hingga banyak korban, kapolri janji investigasi: Selidiki SOP.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Purwanto
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022, Sabtu (1/10/2022). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Polri akan mendalami dugaan kesalahan prosedur pembubaran massa dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. 

"Rasa kekecewaan itulah yang menggerakkan penonton turun ke tengah lapangan, dan berusaha mencari para pemain dan official untuk menanyakan kenapa sampai kalah atau melampiaskan," terangnya. 

Oleh karena itu, lanjut Irjen Pol Nico Afinta, pihak aparat keamanan melakukan pencegahan, dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke lapangan ataupun mengejar para pemain. 

Dalam prosesnya itu, aparat melakukan upaya-upaya pencegahan, sampai mengeluarkan gas air mata.

"(karena) Sudah mulai menyerang petugas, dan sudah merusak mobil. Dan akhirnya terkena gas air mata, mereka pergi keluar ke satu pintu. Yaitu pintu keluar 18," ungkapnya. 

"Kemudian terjadi penumpukan. Di dalam proses penumpukan itulah, terjadi sesak napas kekurangan oksigen, yang oleh tim medis dan tim gabungan ini, dilakukan pertolongan yang ada di stadion, dan dilakukan evakuasi ke beberapa rumah sakit," tambahnya. 

Menurutnya, tidak semua suporter di dalam stadion melakukan aksi anarkis.

Dari sekitar 40 ribu massa, hanya sekitar tiga ribu orang di antaranya yang melakukan perbuatan anarkis. 

Irjen Pol Nico Afinta berjanji pihaknya akan menindaklanjuti insiden tersebut, agar peristiwa serupa tidak terjadi kembali. 

"Jadi ada beberapa hal yang ingin disampaikan, kalau memang semua mematuhi aturan, kami juga akan melaksanakan dengan baik. Tapi ada sebab akibatnya kami akan tindak lanjuti, sekali lagi kami belasungkawa. Dan kami akan melakukan langkah-langkah ke depan dengan stakeholder terkait supaya ini tidak terjadi lagi," pungkasnya. 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Jatim

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved