Tragedi Arema vs Persebaya

Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang Jadi Insiden Paling Mematikan Kedua dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

Sejauh ini angka korban jiwa tragedi Kanjuruhan lebih banyak dari dua insiden yang mungkin paling terkenal di sepak bola dunia.

Penulis: Alga | Editor: Arie Noer Rachmawati
Surya Malang/Purwanto
Kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam, buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 

TRIBUNJATIM.COM - Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang sejauh ini tercatat sebagai insiden paling mematikan kedua di sepak bola dunia.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan membuat nama Indonesia menjadi nomor dua di dunia tetapi untuk hal yang benar-benar memilukan.

Sejauh ini angka korban jiwa Tragedi Kanjuruhan Malang lebih banyak dari dua insiden yang mungkin paling terkenal di sepak bola dunia.

Adapun yang pertama adalah Tragedi Hillsborough di laga semifinal Piala FA Liverpool vs Nottingham Forest tahun 1989.

Yang kedua adalah Tragedi Heysel dalam laga final Piala Champions 1985 antara Liverpool dan Juventus. 

Baca juga: 127 Orang Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan Malang, PSSI: Arema FC Dilarang Menjadi Tuan Rumah

Dilaporkan, kerusuhan pecah di Stadion Kanjuruhan setelah laga Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya, Sabtu (1/10/2022).

Sebagian oknum suporter yang tidak puas melihat Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya turun ke lapangan dan melakukan pengrusakan.

Untuk meredam massa, pihak keamanan menembakkan gas air mata yang celakanya juga mengarah ke tribune penonton.

Tembakan gas air mata ini pun memperburuk keadaan.

Terjadi kepanikan massa yang menimbulkan munculnya korban jiwa.

Baca juga: Tragedi Arema vs Persebaya, Polisi Ungkap Alasan Tembakkan Gas Air Mata ke Arah Suporter

Mengutip dari Antara, korban mengalami sesak napas bahkan ada pula yang terinjak-injak saat berdesakan keluar stadion dalam situasi panik.

Jumlah korban meninggal dunia dilaporkan sudah mencapai 127 orang, sementara korban luka-luka sebanyak 180 orang.

Angka ini berdasarkan laporan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afina, dalam konferensi pers di Malang, Minggu (2/10/2022) dini hari WIB.

Dengan jumlah korban jiwa sebanyak ini, tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) dipastikan jadi insiden sepak bola paling buruk di Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved