Berita Lumajang

Jaga Eksistensi Tari Topeng Kali Wungu, Bupati Lumajang Ajak Para Seniman Tak Surut Berkarya

Eksistensi Topeng Kali Wungu setahun terakhir makin terasa. Banyak pegiat media sosial di Lumajang sering mendiskusikan kebenaran sejarah kesenian ini

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Tony Hermawan
Pementasan Tari Topeng Kali Wungu di Perpustakaan Umum Mula Malurung, Lumajang. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Eksistensi Topeng Kali Wungu setahun terakhir makin terasa. Banyak pegiat media sosial di Lumajang sering mendiskusikan kebenaran sejarah kesenian ini.

Mulai dari membahas komposisi gerakan maupun narasi yang terkandung dalam seni tari itu.

Semalam (1/10), Tari Topeng Kali Wungu ditampilkan di Perpustakaan Umum Mula Malurung. Malam itu rupanya menjadi peringatan satu tahun Topeng Kali Wungu ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda.

Label tersebut ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Masyarakat cukup antusias menyaksikan pertunjukan ini. Mereka terlihat cukup menyimak ketika menyaksikan sejarah Tari Topeng Kali Wungu dalam video dokumenter.

Baca juga: Rayakan Hari Raya Karo, Warga Tengger Gelar Ritual Tari Sodoran, Lambangkan Lahirnya Manusia ke Bumi

Dalam video itu terlihat tergambar beberapa kali Topeng Kali Wungu mengalami kreasi komposisi gerakan.

Secara garis besar, gerakan Tari Topeng Kali Wungu dihasilkan dari akulturasi budaya Madura dan Jawa di Lumajang.

Cak So penari Topeng Kali Wungu tampil di acara ini. Usianya sudah 60 tahun. Saat berjalan dari trap tempat duduk menuju panggung, jalannya sangat pelan.

Tapi begitu menari gerakannya sangat lincah. Terlihat seperti pelaku seni yang terlatih.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengaku kagum menyaksikan pertunjukan ini.

Dia mengajak masyarakat untuk ikut melestarikan kesenian dan kebudayaan sebagai warisan leluhur.

"Kini Tari Topeng Kali Wungu sudah menjadi kesenian Kabupaten Lumajang yang harus terus dilestarikan. Untuk itu, kita sebagai penikmat yang hari ini harus melanjutkan dan meneruskan tarian ini," ujar Thoriqul Haq.

Pria yang karib disapa Cak Thoriq itu, juga mengajak para seniman tidak surut berkarya.

Dia menginginkan seniman senior bisa membuat workshop kaderisasi penari.

Sehingga Tari Topeng Kali Wungu bisa lebih sering tampil di event kancah internasional.

"Saya benar-benar mendapatkan gambaran, bahwa Tari Topeng Kali Wungu ini ada nyawanya. Topeng Kali Wungu adalah warisan yang betul-betul masih bisa kita nikmati dan perlu dilestarikan bersama," ungkap dia.

Ia menambahkan, selain Tari Topeng Kali Wungu Kabupaten Lumajang juga memiliki beberapa kesenian tari lainnya. Di antaranya Tari Jaran Kencak, Godril.

Cak Thoriq menyebut Topeng Kali Wungu bisa menjadi pintu gerbang kesenian tari asal Lumajang semakin terkenal.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved