Tragedi Arema VS Persebaya

Pilu Seorang Ibu dari Aremanita Ceritakan Detik-detik Putrinya Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan

Sifwa Dinar Artamevia, adalah satu Aremanita yang ikut menjadi korban tragedi Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang, pada Sabtu (1/10/202

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Febrianto Ramadani
Ibunda Sifwa, Juariyah (kanan), ketika ditemui di rumah duka Jalan Muharto Gang V, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, MALANG -  Sifwa Dinar Artamevia, adalah satu Aremanita yang ikut menjadi korban tragedi Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang, pada Sabtu (1/10/2022).

Ibunda Sifwa, Juariyah, ketika ditemui di rumah duka Jalan Muharto Gang V, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang mengungkapkan awal anaknya pergi ke stadion.

Dia menceritakan, anaknya berangkat ke stadion bersama teman-temannya beberapa jam sebelum pertandingan. 

Menurut dia, ironisnya mereka meninggal saat mencoba melindungi satu sama lain ketika di tengah situasi yang mencekam.

"Sifwa anaknya ramah, sopan santun, suka senyum, banyak teman, sampai terkenal baik hati. Gampang bergaul, tidak punya musuh tidak pernah cekcok sama teman atau tetangga, gemar menyapa suka menolong," ujar Juariyah, Senin (3/10/2022).

Baca juga: Baju Mengering di Jemuran, Remaja Jember Tak Kunjung Pulang, Ternyata Tewas saat Tragedi Kanjuruhan

Dirinya mengaku panik, waktu mendapat kabar ada kericuhan setelah pertandingan kedua kesebelasan tersebut. Banyak mobil ambulance yang berseliweran.

"Saya juga dapat informasi dari tetangga kalau banyak suporter Arema dirawat di Rumah Sakit Wava. Malam harinya saya kesana, khawatir anak saya tidak pulang pulang," ungkapnya.

"Teman temannya meninggal dengan kondisi yang cukup sulit dikenali. Ada yang luka luka di kepala lebam di muka, hitam bibirnya. Anak saya meninggal karena gas air mata, keluar air dari mata dan hidung saat dimandikan kemarin," lanjutnya.

Lusida hanya bisa meminta doa yang terbaik, dari masyarakat kepada anaknya. Dia berharap, jangan sampai peristiwa ini kembali terjadi dan terulang kembali di Sepak Bola Indonesia.

"Semoga anak saya yang meninggal bersama para suporter arema lainnya meninggal dalam khusnul khotimah," tandas Juariyah

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved