Tragedi Arema vs Persebaya

Kapolda Jatim: Gas Air Mata Sesuai Prosedur, Sekjen PSSI Jawab Beda, Siapa Benar? Aturan Hukum Jelas

Kapolda Jatim sebut gas air mata sesuai dengan prosedur yang disepakati sementara jawaban Sekjen PSSI terlihat berbeda, siapa benar?

Penulis: Ignatia | Editor: Arie Noer Rachmawati
KOMPAS.com/Suci Rahayu - KOMPAS.com/Imron Hakiki
Suasana detik-detik mencekam kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang 

TRIBUNJATIM.COM - Buntut Tragedi Kanjuruhan Malang, Jawa Timur seusia laga Arema FC vs Persebaya memang jadi panjang.

Kini yang tengah disoroti adalah pengusutan secara mendalam terhadap peristiwa yang merenggut nyawa penonton hingga 131 jiwa.

Sabtu malam (1/10/2022) menjadi malam paling tragis bagi pelaksanaan pertandingan sepak bola Derbi Jatim sepanjang sejarah.

Hingga kini masih belum bisa disimpulkan secara pasti siapa yang patutnya bertanggung jawab atas peristiwa nahas tersebut.

Penggunaan gas air mata dalam mengendalikan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang diduga kuat penyebab berjatuhannya korban hingga meninggal dunia.

Baca juga: Tangis Fathir Tak Terbendung di Patung Singa Kanjuruhan, Sesali Tak Bisa Selamatkan Adik Sepupu

Diduga gas air mata itulah yang membuat korban jiwa dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang berguguran.

Hingga Senin (3/10/2022), 127 orang dilaporkan meninggal dunia dan 180 lainnya dirawat di rumah sakit.

Sebenarnya, dalam aturan FIFA Pasal 19 poin b tentang pengamanan dan keamanan stadion (FIFA Stadium Safety and Security Regulation), penggunaan gas air mata dilarang.

Namun dalam kasus pelaksanaan pertandingan sepakbola di stadion Kanjuruhan ini ada persepsi yang berbeda.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Nico Afinta menuturkan bahwa penggunaan gas air mata sudah sesuai prosedur.

Supoter Arema FC, Aremania memberikan dukungan kepada tim kesayangannya saat melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).
Supoter Arema FC, Aremania memberikan dukungan kepada tim kesayangannya saat melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). (Tribun Jatim Network/Purwanto)

"No firearms or 'crowd control gas' shall be carried or used (senjata api atau 'gas pengendali massa' tidak boleh dibawa atau digunakan)," tulis dalam aturan FIFA yang ada.

Namun tampaknya aturan ini menjadi berbeda entah apa alasannya.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Nico Afinta menuturkan bahwa penggunaan gas air mata sudah sesuai prosedur.

Alasannya karena gas air mata itu digunakan untuk menghalau massa yang masuk ke lapangan.

Baca juga: Berduka atas Tragedi Kanjuruhan, Polres Sumenep dan Para Suporter Gelar Doa Bersama

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved