Berita Surabaya

Dituntut 16 Tahun Bui di Kasus Pencabulan, Mas Bechi Peluk Sang Istri Sebelum Masuk ke Mobil Tahanan

Mas Bechi (41) atau MSAT terdakwa pencabulan santriwati sebuah Ponpes Ploso Jombang, dituntut 16 tahun penjara, pada Senin (10/10/2022). 

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/LUHUR PAMBUDI
Mas Bechi saat memeluk istri di area parkir PN Surabaya, Senin (10/10/2022) usai dituntut 16 tahun penjara dalam kasus pencabulan santriwati 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mas Bechi (41) atau MSAT terdakwa pencabulan santriwati sebuah Ponpes Ploso Jombang, dituntut 16 tahun penjara, pada Senin (10/10/2022). 

Tuntutan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim Mia Amiati, dalam sidang lanjutan agenda pembacaan tuntutan yang berlangsung di Ruang Sidang Cakra, di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. 

Tak seperti biasanya, setelah sidang rampung, biasanya Mas Bechi akan langsung digiring masuk ke dalam mobil tahanan Kejati Jatim, untuk dibawa ke Rutan Kelas I Surabaya, di Medaeng, Sidoarjo .

Kali ini pemandangan lain ditunjukkan oleh Bechi beberapa saat sebelum masuk ke dalam mobil tahan, Bechi menyempatkan diri memeluk mesra istrinya yang berdiri di belakang mobil tahanan. 

Kajati Jatim sekaligus pimpinan JPU dalam sidang tersebut, Mia Amiati menerangkan, terdakwa dituntut sanksi maksimal 12 tahun penjara berdasarkan Pasal 285 Jo pasal 65 Ayat 1 KUHP.

Baca juga: Komnas PA Minta Kasus Perkosaan Santriwati yang Seret Mas Bechi Dibuka Terang: Jangan Beropini

Kemudian, ditambahkan sepertiga dari sanksi hukuman sesuai Pasal 65 Ayat 1, dengan empat tahun penjara, menjadi 16 tahun penjara. 

"Di situ kami mengupayakan menuntut dengan ancaman maksimal, karena Pasal 285 KUHP ini adalah 12 tahun, maka ditambah satu per tiga dari Pasal 65 sehingga totalnya menjadi 16 tahun, itu yang kami ajukan," ujarnya pada awak media di ujung lorong Kantor PN Surabaya

Selama pemeriksaan saksi, Mia mengklaim, tidak ada kesaksian yang meringankan terdakwa. 

Sehingga, ia meyakini, bahwa tuntutan sanksi maksimal tersebut, dianggapnya sejalan dengan proses peradilan yang berlaku dan mengedepankan hati nurani .

"Bagaimana kami mencoba mengupayakan tuntutan ini dengan mengedepankan hati nurani dan semata mata menjalankan perintah atas nama UU. 

Baca juga: Bantah Semua Tuduhan Pencabulan, Mas Bechi Anak Kiai Jombang Tantang Saksi Korban Sumpah Mubahalah

Mas Bechi terdakwa pencabulan santriwati saat masuk ke Ruang Sidang Cakra, Kantor PN Surabaya, Kamis (18/8/2022).
Mas Bechi terdakwa pencabulan santriwati saat masuk ke Ruang Sidang Cakra, Kantor PN Surabaya, Kamis (18/8/2022). (TRIBUNJATIM/LUHUR PAMBUDI)

"Ada 152 halaman. Tidak ada yang meringankan sama sekali. Pasti ada diberikan waktu oleh majelis, minggu depan," pungkasnya. 

Sementara itu, Penasehat Hukum (PH) terdakwa I Gede Pasek Suardika menyayangkan, tuntutan maksimal dikenakan kepada terdakwa, dianggap terlalu berlebihan.

Apalagi selama jalannya proses agenda sidang keterangan saksi. Dari 40 orang saksi yang telah diagendakan untuk dimintai kesaksiannya, ternyata hanya berhenti dan dinyatakan cukup oleh JPU pada saksi urutan ke-16. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved