Banjir di Jawa Timur

Banjir Melanda di Sejumlah Daerah Jatim, Gubernur Khofifah Ingatkan Pintu Air dan Pengerukan Sungai

Gubernur Khofifah menegaskan demi mengantisipasi bencana dampak La Nina dan juga cuaca ekstrem, setiap daerah harus melakukan mitigasi.

TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut Pemprov Jatim bergerak cepat dalam penanganan sejumlah bencana akibat adanya cuaca ekstrem. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut Pemprov Jatim bergerak cepat dalam penanganan sejumlah bencana akibat adanya cuaca ekstrem.

Pasalnya BPBD Jatim aktif telah gerak cepat meyikapi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Salah satunya BPBD Provinsi Jatim telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) .

Tim ini bersama BPBD Jatim langsung turun membawa bantuan sembako, perahu karet dan membantu mendirikan dapur umum untuk bencana banjir di Kabupaten Blitar.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menegaskan demi mengantisipasi bencana dampak La Nina dan juga cuaca ekstrem, setiap daerah harus melakukan mitigasi dan melakukan langkah-langkah pencegahan maupun upaya meminimalisir dampak bencana. 

"Kita sudah mengkoordinasikan terkait intensitas hujan yang tinggi, La Nina dan cuaca ekstrem. Maka masing-masing daerah harus menyiapkan kebutuhan untuk antisipasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan sebagainya,” tegas Khofifah, Selasa (18/10/2022). 

Baca juga: Waspadai Cuaca Ekstrem Dan Banjir di Jatim, Gubernur Imbau Warga Lakukan Mitigasi Mandiri

Baca juga: Jatim Waspada Cuaca Ekstrem dan Hidrometeorologi, Gubernur Khofifah Segera Lakukan Mitigasi

Secara khusus wanita yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini mengingatkan pada semua pemda khususnya penjaga pintu air agar selalu rutin dan update mengontrol pintu air.

Sebab ada kejadian banjir di satu daerah terjadi karena ada petugas yang terlambat membuka pintu air untuk diarahkan ke laut. Sehingga terjadi banjir.

Oleh sebab itu menurut Khofifah, para penjaga pintu air harus dibekali dengan HT. 

"Petugas yang ada harus selalu membawa HT agar bisa mengakses komunikasi sesegera mungkin. Titik-titik pintu air harus bisa dipastikan benar-benar beroperasi," imbuhnya. 

Tidak hanya itu, Khofifah juga menegaskan setiap pemkab maupun pemkot untuk aktif melakukan pengerukan sungai.

Baca juga: Menteri Desa Abdul Halim dan Gubernur Khofifah Lepas 121 Warga Jawa Timur Transmigrasi ke Sulawesi

Sebab jika endapan tinggi justru akan mengakibatkan volume atau daya tampung sungai berkurang. 

Hal serupa juga diingatkan Khofifah terkait gorong-gorong.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved