Berita Tulungagung

Permukiman Warga Tulungagung Tergenang Air Campur Limbah, Begini Penjelasan PG Mojopanggung: Bencana

Permukiman warga Tulungagung tergenang air bercampur limbah hingga tanaman mati, begini penjelasan PG Mojopanggung: Bencana.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/David Yohanes
Rumput di pekarangan warga di Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung, menghitam, Rabu (26/10/2022). Diduga karena limbah. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Permukiman warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, tergenang air bercampur limbah, Rabu (26/10/2022).

Limbah berbau tidak sedap ini berwarna hitam dan mematikan tanaman yang terendam.

Warga menyebut banjir bercampur limbah ini berasal dari Pabrik Gula (PG) Mojopanggung Tulungagung.

Humas PG Mojopanggung Tulungagung, Azis Rahman BS, mengakui ada luapan limbah.

Sumbernya dari air bekas pendingin ketel.

"Sebenarnya bukan limbah berbahaya dari IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), tetapi itu air pendingin. Makanya suhunya hangat," terang Azis, Rabu (26/10/2022).

Lanjut Azis, kejadian ini dipicu oleh faktor alam.

Menurutnya, PG Mojopanggung punya saluran pembuangan yang bernama Sungai Giling.

Saluran ini masuk ke Kali Song dan bermuara di Sungai Ngrowo.

Namun karena cuaca buruk, setiap sore hari debit Kali Song menjadi tinggi karena kiriman air dari hulu.

Akibatnya pembuangan dari PG Mojopanggung tidak bisa masuk ke Kali Song.

Air dari Kali Song justru mendorong pembuangan PG Mojopanggung ke arah hulu dan menggenangi permukiman warga.

"Itulah kenapa banjir itu selalu datang saat sore. Karena bersamaan dengan naiknya debit Kali Song," sambung Azis.

Baca juga: Banjir Bercampur Limbah di Tulungagung, Warga Desa Sidorejo Keluhkan Bau Tak Sedap hingga Rasa Gatal

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved