Berita Terkini

Mengenal Standar Akuntansi Keuangan, Sejarah, Fungsi, Jenis dan Cara Mengelolanya

Mengenai standar akuntansi finansial bisnis, Indonesia memiliki prinsip dasar untuk mengelola berbagai jenis aktivitas pembukuan

Editor: Januar
Istimewa/ jurnal.id
Mengenal Standar Akuntansi Keuangan, sejarah, fungsi, jenis dan cara mengelolanya 

TRIBUNJATIM.COM - Agar akuntansi dapat dipahami oleh semua orang dan memiliki format yang seragam, maka diperlukan standar akuntansi keuangan untuk mengatur praktik akuntansi.

Mengenai standar akuntansi finansial bisnis, Indonesia memiliki prinsip dasar untuk mengelola berbagai jenis aktivitas pembukuan, meliputi proses pembuatan laporan keuangan, penyusunan, pencatatan transaksi, hingga penyajian data bagi si pemakai informasi keuangan.

Apa itu Standar Akuntansi Keuangan?

Standar Akuntansi Keuangan adalah sebuah metode dan format yang digunakan secara untuk menyajikan informasi laporan keuangan suatu kegiatan bisnis. Umumnya, sistem ini memiliki bentuk berupa pernyataan atau dokumen, sehingga tak jarang disingkat menjadi PSAK atau Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan.

Dengan adanya standar ini, laporan keuangan apa pun yang dibuat, terlepas dari jenis perusahaan atau bisnis yang membuat laporan keuangan tersebut, dapat disusun secara seragam.

Sampai di sini mungkin fungsi adanya penyeragaman melalui standar ini terasa sederhana, atau bahkan mungkin sepele, tetapi justru dalam kesederhanaan tersebut ada nilai lebih yang memudahkan para pelaku usaha dalam menjalankan keuangan bisnisnya.

Sebagai contoh, karena setiap laporan keuangan yang disusun sudah diseragamkan dengan sebuah standar yang sama, pelaku usaha dapat dengan mudah membandingkan laporan keuangan dari entitas yang berbeda. Dengan demikian pelaku usaha dapat lebih mudah melakukan analisis bisnis berdasarkan laporan keuangan yang dibuat oleh beberapa entitas sekaligus.

Selain untuk kemudahan pelaku usaha itu sendiri, adanya dokumen atau pedoman Standar Akuntansi Keuangan juga memungkinkan auditor untuk melakukan berbagai jenis audit sesuai dengan kebutuhan. Auditor tak perlu lagi mempelajari setiap bentuk atau format laporan keuangan yang ada, karena seluruh laporan keuangan tersebut sudah disusun secara seragam.

Tanpa adanya standar yang baku ini, bisa jadi auditor akan membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Bagaimana tidak? Jika format seluruh laporan keuangan tidak diseragamkan, berarti auditor akan membutuhkan waktu untuk mempelajari terlebih dahulu cara penyusunan laporan keuangan tersebut sebelum dapat memulai proses audit itu sendiri.

Meski demikian, bukan Standar Akuntansi Keuangan adalah solusi yang absolut bagi siapa pun yang secara langsung maupun tidak langsung memiliki kewajiban untuk memeriksa laporan keuangan. Karena, setidaknya ada empat standar yang saat ini berlaku di Indonesia.

Namun, setidaknya pelaku usaha maupun auditor hanya perlu mengetahui perbedaan keempat standar tersebut dan kapan atau dalam penyusunan laporan keuangan yang bagaimana standar tertentu dapat dipakai. Tentunya ini masih jauh lebih baik jika dibandingkan memeriksa dan mempelajari seluruh format laporan keuangan apabila penyusunannya tidak dibakukan dalam sebuah standar yang seragam.

Sejarah Standar Akuntansi di Indonesia

Standar akuntansi di Indonesia pertama kali digagas pada tahun 1973 oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Di tahun yang sama, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) kemudian membuat suatu tata cara atau mekanisme tertentu dalam proses pembukuan yang dikenal dengan Prinsip Akuntansi Indonesia. Dalam Prinsip Akuntansi Indonesia dibuat suatu rangka peningkatan perkembangan pasar modal di Indonesia yang semakin hari semakin tumbuh pesat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved