Berita Tuban

Kesulitan Dapat Pupuk Bersubsidi, Petani di Tuban Kelabakan di Awal Musim Tanam

Masih saja kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, petani di Tuban kelabakan di awal musim tanam. Pemupukan dilakukan terbatas. 

Penulis: M Sudarsono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Sudarsono
Para petani saat menaburkan pupuk pada masa tanam jagung di Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Tuban, Minggu (30/10/2022).  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Petani di Tuban, Jawa Timur, masih saja mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi

Bahkan di awal musim tanam ini, petani di Tuban begitu merasakan kesulitan. 

"Pupuk sangat sulit didapatkan untuk saat ini," kata Anam (52), warga Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Tuban, Minggu (30/10/2022). 

Ia menjelaskan, saat ini sedang musim tanam jagung, namun pemupukan dilakukan secara terbatas. 

Menurutnya, pupuk bersubsidi seolah langka, bahkan seperti menghilang di pasaran, kalaupun ada, maka harus membeli dengan harga mahal. 

Dengan adanya kondisi ini, para petani harus mengurangi jumlah penaburan pupuk pada tanaman jagung.

Hal itu bertujuan agar pupuk bersubsidi yang didapatkan cukup hingga masa panen tiba, namun di sisi lain juga berdampak pada produksi panen. 

"Tanah seluas 700 meter persegi ini membutuhkan 3 paket pupuk bersubsidi, sedangkan hingga saat ini hanya mendapatkan satu paket pupuk bersubsidi harga Rp 300 ribu," ungkapnya. 

Sementara itu, petani lain, Paijan menyatakan, hanya mendapat tiga paket pupuk bersubsidi, tapi butuhnya sekitar 10 paket dalam satu musim panen. 

Akhirnya beli di tempat lain dengan harga lebih mahal, meski jenisnya sama-sama subsidi. 

Hanya saja, karena beli di toko, maka pemilik toko mencari untung lebih.

Baca juga: Selidiki Pupuk Subsidi Dijual di Atas HET, Polisi Tuban Akan Buka Layanan Pengaduan 24 Jam

"Kalau subsidi beli seharga Rp 300 ribu, beli di tempat lain ada yang Rp 550-560 ribu dengan jenis sama. Ya tetap dibeli karena butuh," pungkasnya. 

Atas adanya perbedaan selisih harga tersebut, disinyalir ada permainan terkait penjualan pupuk bersubsidi

Sekadar diketahui, untuk HET pupuk bersubsidi tahun 2022 jenis SP-36 Rp 2.400 per kilogram, ZA Rp 1.700 per kilogram, NPK Rp 2.300 per kilogram, urea Rp 2.250 per kilogram, pupuk organik Rp 800 per kilogram, organik cair Rp 20.000 per liter dan NPK khusus Rp 3.300 per kilogram.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Tuban

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved