Tragedi Arema vs Persebaya

4 Senyawa ‘Pembunuh’ di Tragedi Kanjuruhan, Dampak Memang Mengarah ke Kematian, Simak Hasil Uji Lab

Inilah empat buah senyawa yang ternyata menjadi pemicu kematian penonton di Tragedi Kanjuruhan beberapa waktu yang lalu.

Penulis: Ignatia | Editor: Arie Noer Rachmawati
Kompas TV, TribunJatim.com
Gas air mata yang menjadi pemicu korban berjatuhan di Tragedi Kanjuruhan kini terungkap sudah kandungan aslinya 

TRIBUNJATIM.COM - Hasil uji laboraturium terhadap senyawa yang terkandung di gas air mata dalam kasus Tragedi Kanjuruhan Malang terungkap.

Ada empat buah senyawa paling berbahaya yang diduga memicu kematian terjadi.

Empat senyawa tersebut di antaranya merupakan senyawa yang dampaknya semakin parah ketika ditembakkan dalam kondisi kedarluwasa.

Tragedi Kanjuruhan Malang yang berlangsung pasca laga Arema FC vs Persebaya itu terus menyimpan duka bagi sepak bola tanah air.

Hingga saat ini, penyelidikan terhadap kasus juga masih berjalan.

Baca juga: 40 Hari Korban Tragedi Kanjuruhan, ASN Kota Malang Diminta Kenakan Pakaian Serba Hitam Selama 2 Hari

Menurut hasil uji di dua laboratorium, ada 4 senyawa lain selain CS gas yang menjadi komponen utama gas air mata.

Pada akhirnya terungkap sudah hasil pengujian laboratorium atas sampel gas air mata yang ditembakkan polisi di tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada 1 Oktober 2022 lalu.

Tragedi Kanjuruhan Malang menewaskan kurang lebih 135 orang yang kehabisan nafas di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

135 orang ini tidak terkecuali ibu-ibu dan anak-anak.

Tragedi Kanjuruhan Malang memang mencoret nama baik sepak bola Indonesia.

Baca juga: Peringatan 40 Hari Tragedi Kanjuruhan, Aremania Turun Aksi Suarakan 3 Tuntutan, Berikut Poin-poinnya

Sampai saat ini masyarakat juga masih terus menggalakkan #usuttuntas agar pihak bertanggung jawab mendapatkan hukum yang setimpal.

Salah satu faktor pemicu paling disoroti dalam tragedi adalah penggunaan gas air mata.

Apalagi diketahui gas air mata yang dipakai pihak keamanan merupakan barang kedarluwasa, seperti dikutip Tribun Jatim dari Kompas.com.

Ditemukan bahwa komponen utama gas air mata adalah O-chlorobenzylidene malononitrile sebanyak 49,6 persen.

Suasana di area Stadion Kanjuruhan seusai kericuhan penonton yang terjadi seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022). Korban meninggal dunia bertambah, bernama Helen Prisela.
Suasana di area Stadion Kanjuruhan seusai kericuhan penonton yang terjadi seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022). Korban meninggal dunia bertambah, bernama Helen Prisela. (Kompas.com/Suci Rahayu)
Halaman
1234
Sumber: Kompas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved